Mendikbud: Sekolah Bebas Pilih Kurikulum yang Sesuai

Illustrasi Sekolah Bebas Pilih Kurikulum yang Sesuai

INFO NASIONAL -- Pemerintah memberi kebebasan pada sekolah dan satuan pendidikan memilih kurikulum yang sesuai kebutuhan. Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719/P/2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum pada Satuan Pendidikan dalam Kondisi Khusus.

“Kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim pekan silam. Menteri Nadiem mengumumkan Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 kepada kalangan media.

Alasan Mendikbud meluncurkan kurikulum yang disederhanakan karena berbagai survei menunjukkan siswa didik mengalami kesulitan belajar tanpa bimbingan guru secara fisik. “Sekarang kita memberi opsi kurikulum yang sederhana sebagai pilihan bagi sekolah,” kata Totok Suprayitno, Kepala Badan Penelitian Pengembangan dan Perbukuan Kemdikbud saat bincang virtual, Senin, 10 Agustus 2020.

Ada banyak kendala proses pembelajaran jarak jauh atau virtual selama pandemi di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Umumnya karena keterbatasan jaringan internet dan kondisi ekonomi rumah tangga siswa.

Kebijakan khusus berlaku bagi satuan pendidikan untuk menentukan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta didik. Ada tiga pilihan bagi sekolah untuk melaksanakan pembelajaran, yakni tetap mengacu pada kurikulum nasional, menggunakan kurikulum darurat, atau melakukan penyederhanaan kurikulum secara mandiri.

Kurikulum darurat dari Kemendikbud merupakan penyederhanaan dari kurikulum nasional. Ada pengurangan kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran sehingga guru dan siswa dapat berfokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk pembelajaran selanjutnya. “Untuk mengurangi risiko hilangnya pengalaman belajar, Kemendikbud juga meluncurkan modul untuk SD dan PAUD,” kata Totok.

Hasil survei Kemendikbud menemukan anak usia sekolah dasar dan PAUD kesulitan belajar sendiri saat membaca dari buku teks. Sebab itu, Kemendikbud membuat materi ajar dalam bentuk modul yang lebih mudah oleh siswa, guru, dan orang tua. Misalnya modul belajar PAUD dijalankan dengan prinsip “Bermain adalah Belajar”. Proses pembelajaran terjadi saat anak bermain dan melakukan kegiatan sehari-hari. “Contoh memasak, anak dapat belajar dari kegiatan itu. Setiap rumah tangga asumsinya ada kegiatan memasak. Atau aktivitas berkebun, itu semua bisa jadi pembelajaran,” ujar Totok.

Sedangkan modul belajar SD mencakup rencana pembelajaran yang mudah dilakukan secara mandiri oleh orang tua maupun wali. Namun, penerbitan modul yang lebih sederhana tidak boleh dianggap sebagai penyeragaman. Setiap sekolah dan PAUD boleh mengembangkan sendiri dengan berbaga aktivitas keseharian.

Dengan penyederhanaan kurikulum diharapkan guru memberi perhatian lebih kepada siswa yang membutuhkan bantuan. Mendikbud berpesan agar guru melakukan penilaian secara berkala kondisi kognitif dan non-kognitif siswa sebagai dampak pembelajaran jarak jauh.

Hasil peniliaian menjadi dasar pemilihan strategi pembelajaran dan pemberian pelajaran tambahan untuk peserta didik yang mengalami kesulitan belajar.

“Anak-anak diajar oleh guru yang sama tapi capaian pembelajarannya berbeda. Karena itu, bapak dan ibu guru harus tahu siapa yang tertinggal agar dibimbing sehingga tidak tertinggal sangat jauh,” kata Totok .

Modul Asesmen Diagnosis Diawal Pembelajaran dapat diunduh pada link berikut.

https://bersamahadapikorona.kemdikbud.go.id/modul-asesmen-diagnosis-diawal-pembelajaran/






Bertemu Lindsay Hoyle, Puan Minta Tak Ada Diskriminasi Produk RI

3 jam lalu

Bertemu Lindsay Hoyle, Puan Minta Tak Ada Diskriminasi Produk RI

Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani melakukan kunjungan kerja ke Inggris.


Terkait Distribusi Elpiji 3 Kg, Komisi VI Serap Masukan Hiswana Migas

4 jam lalu

Terkait Distribusi Elpiji 3 Kg, Komisi VI Serap Masukan Hiswana Migas

Di lapangan, gas elpiji 3 kg diperuntukan untuk kelompok miskin masih banyak yang digunakan oleh masyarakat ekonomi yang mampu


Bertandang ke Arab Saudi, Pimpinan Parlemen Telisik Biaya Haji

4 jam lalu

Bertandang ke Arab Saudi, Pimpinan Parlemen Telisik Biaya Haji

Konsultasi berlangsung dengan sejumlah pimpinan lembaga yang mengurusi perjalanan haji.


Wawali Pontianak Minta Musrenbang Tentukan Pembangunan Prioritas

5 jam lalu

Wawali Pontianak Minta Musrenbang Tentukan Pembangunan Prioritas

Perencanaan harus disusun dengan cerdas, efisien, efektif.


Ahmad Sahroni Minta tak Ada Diskriminasi Antarpengguna Jalan

5 jam lalu

Ahmad Sahroni Minta tak Ada Diskriminasi Antarpengguna Jalan

Indonesia belum memiliki aturan atau kajian soal diperbolehkannya kendaraan roda 2 melintasi jalan tol


HNW Minta Konsistensi pada Sistem Pemilu Terbuka

5 jam lalu

HNW Minta Konsistensi pada Sistem Pemilu Terbuka

MK pada tahun 2008 sudah pernah memutuskan mengubah sistem pemilu dari terutup ke sistem terbuka.


Lestari: Sistem Pendataan Dapat Atasi Konflik Pertanahan

6 jam lalu

Lestari: Sistem Pendataan Dapat Atasi Konflik Pertanahan

Sertifikasi berbasis digital harus diikuti dengan upaya pembinaan dan peningkatan literasi digital masyarakat.


Bamsoet: MPR dan MUI Siap Gelar Sosialisi Empat Pilar MPR

7 jam lalu

Bamsoet: MPR dan MUI Siap Gelar Sosialisi Empat Pilar MPR

Sosialisasi itu akan mengangkat tema seputar peran organisasi keagamaan dalam menjaga kerukunan dan kondusivitas bangsa.


Jajaran Sekjen MPR Teken Perjanjian Kinerja Tahun 2023

8 jam lalu

Jajaran Sekjen MPR Teken Perjanjian Kinerja Tahun 2023

Penandatangan Perjanjian Kinerja dilaksanakan untuk memenuhi Peraturan Presiden No 29 Tahun 2014.


BPJS Ketenagakerjaan Beri Penghargaan untuk Pemkab Muna Barat

8 jam lalu

BPJS Ketenagakerjaan Beri Penghargaan untuk Pemkab Muna Barat

Pemkab Muna Barat telah mendaftarkan 2.270 pegawai Non ASN dan 10.424 pekerja rentan.