Kemendikbud Gandeng Kemenaker Buat Standardisasi Padepokan

Reporter

Aktivitas bela diri di Padepokan Sangkuraga, Kuningan, Jawa Barat.

TEMPO.CO, Kuningan - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud akan mendampingi lembaga-lembaga kebudayaan seperti padepokan untuk meningkatkan kualitas metode pengajaran, nilai, dan publikasi. Menurut Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Judi Wahyudin, pendampingan perlu dilakukan lantaran padepokan merupakan salah satu tempat yang membentuk karakter bangsa.

“Kalau mengacu pada UU Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, di sana ada sepuluh obyek pembentukan kebudayaan yang banyak diimplementasikan di padepokan,” kata Judi kepada Tempo, Kamis, 7 Agustus 2020 saat mengunjungi Padepokan Sangkuraga di Desa Sukaraja, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Judi menuturkan, dalam UU Pemajuan Kebudayaan itu, memuat sepuluh obyek pembentukan kebudayaan yang menitikberatkan tradisi lisan. “Bisa petatah petitih, gerak, senirupa, banyak wujudnya tradisi lisan itu. Tapi ada juga yang sifatnya manuskrip walaupun tidak banyak,” ujarnya.

Selain itu, dalam undang-undang itu juga memuat adat istiadat yang mencakup praktik ritualnya, pengetahuan tradisional, pengobatan secara herbal, ilmu perbintangan zaman dulu, arsitektur, hingga soal seni, bahasa, dan olahraga tradisional. “Harus diakui memang pembentukan kebudayaan itu sudah lama diterapkan di padepokan,” ujarnya.

Aktivitas olahraga bela diri di Padepokan Sangkuraga, Kuningan, Jawa Barat. TEMPO| Istiqomatul Hayati.

Judi menuturkan, dalam mendampingi padepokan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menggandeng Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau Kemenaker. Kerja sama ini berkaitan dengan sertifikasi kepada peserta didik padepokan dengan mengatur standardisasi dan kompetensinya.

“Tapi pemerintah sifatnya hanya sebagai fasilitator yang tidak boleh memaksakan kehendak seperti mengubah mode padepokan yang sudah ajeg. Harus diserahkan kepada padepokan itu sendiri, kalau berkenan ya duduk bersama membahas standardisasinya,” ujar Judi.

Saepul Milah, pemimpin Padepokan Sangkuraga meminta pemerintah memberikan pendampingan kepada lembaganya. Selama ini, padepokan yang dipimpinnya menampung remaja putus sekolah. Selain belajar mengaji, mereka diajarkan beragam olahraga bela diri seperti silat Cimande, Menpo Cikalong, Singo Demak, Silektuo Sumatra, Karateka, Boxer, Kung Fu, Taekwondo, Muang thai, dan tinju.

"Saya berharap, pemerintah bisa mendampingi padepokan dengan pengajaran Bahasa Inggris dan keterampilan lainnya yang disertifikasi," kata pria yang disapa santrinya dengan sebutan Kang Muh itu. 

Ia berharap, pendampingan pemerintah nantinya bisa memasukkan kurikulum sekolah formal ke lembaganya. "Sehingga saat santri keluar dari padepokan, ia tidak saja cakap membela diri tapi keterampilan lain dan bisa terpakai di luar," kata dia. 






Dirut LPDP: Target Beasiswa Kemendikbud 282.334 Orang

1 hari lalu

Dirut LPDP: Target Beasiswa Kemendikbud 282.334 Orang

LPDP menyebut target beasiswa kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebanyak 282.334 orang.


Program Kampus Mengajar, Siapakah yang Mengajar dan untuk Siapa?

6 hari lalu

Program Kampus Mengajar, Siapakah yang Mengajar dan untuk Siapa?

Kampus Mengajar merupakan salah satu program yang dicanangkan Kemdikbud. Siapakah yang mengajar dan untuk siapa?


Pendaftaran Beasiswa IISMA Dibuka Februari, Bisa Kuliah di Yale University hingga UCL

7 hari lalu

Pendaftaran Beasiswa IISMA Dibuka Februari, Bisa Kuliah di Yale University hingga UCL

Pendaftaran beasiswa IISMA dibuka hingga 1 Maret 2023.


Soal Bentrok Maut di PT GNI, Kemnaker Bakal Tempuh Langkah Hukum

14 hari lalu

Soal Bentrok Maut di PT GNI, Kemnaker Bakal Tempuh Langkah Hukum

Kementerian Ketenagakerjaan atau Kemnaker bakal memempuh langkah hukum jika PT GNI terbukti tak jalankan ketentuan ketenagakerjaan


Mahasiswa Vokasi Kini Bisa Ikut di Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka

15 hari lalu

Mahasiswa Vokasi Kini Bisa Ikut di Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka

Pada tahun ini PMM dibuka untuk kampus vokasi.


5.133 Relawan Bakal Dampingi Calon Mahasiswa Daftar KIP Kuliah

17 hari lalu

5.133 Relawan Bakal Dampingi Calon Mahasiswa Daftar KIP Kuliah

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyambut 5.133 relawan KIP Kuliah.


Kisah Perjuangan Mahasiwa Disabilitas UNY hingga ULM yang Raih KIP Kuliah

17 hari lalu

Kisah Perjuangan Mahasiwa Disabilitas UNY hingga ULM yang Raih KIP Kuliah

Jilly Floreta, mahasiswa UNY, penyandang disabilitas mental berupa Bipolar Affective Disorder yang raih KIP Kuliah. Simak kisahnya.


Mau Ikut Program Magang Merdeka? Ini 6 Hal yang Perlu Dipersiapkan

17 hari lalu

Mau Ikut Program Magang Merdeka? Ini 6 Hal yang Perlu Dipersiapkan

Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Kampus Merdeka Batch 4 segera dimulai. Ini yang perlu kalian persiapkan.


Berkaca Kasus PT Nikomas Gemilang, Apindo Kembali Singgung Aturan No Work No Pay

21 hari lalu

Berkaca Kasus PT Nikomas Gemilang, Apindo Kembali Singgung Aturan No Work No Pay

Apindo menyatakan kejadian PHK yang ditawarkan oleh PT Nikomas Gemilang bukanlah kejadian pertama suatu perusahaan dalam setahun terakhir ini.


UI Apresiasi Kemendikbud hingga Kemenparekraf dalam Program Kedaireka

21 hari lalu

UI Apresiasi Kemendikbud hingga Kemenparekraf dalam Program Kedaireka

Universitas Indonesia (UI) menggelar acara bertajuk "Appreciation Day Program Matching Fund 2022" yang digelar pada Rabu, 11 Januari 2023