Target Kuota Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19 Tinggal Seratusan Orang

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada relawan saat simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis 6 Agustus 2020. Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada 1.620 relawan. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    Petugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada relawan saat simulasi uji klinis vaksin COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis 6 Agustus 2020. Simulasi tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan tenaga medis dalam penanganan dan pengujian klinis tahap III vaksin COVID-19 produksi Sinovac kepada 1.620 relawan. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Bandung - Jumlah relawan uji klinis calon vaksin Covid-19 di Bandung hampir memenuhi target. Dari kebutuhan Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid 19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) sebanyak 1.620 orang relawan, kini sudah terjaring 1.451 orang. “Kami sedang bikin jadwal vaksinasi relawan per tiga minggu,” kata Manajer Lapangan Tim Riset Eddy Fadlyana yang dihubungi Kamis, 13 Agustus 2020.

    Menurutnya para relawan itu kebanyakan berusia antara 40-50 tahun. Lainnya berusia kisaran 20-30-an tahun. Adapun persyaratan usia yang ditetapkan tim riset antara 18-59 tahun dan berdomisili di wilayah Bandung Raya yang meliputi Kota dan Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, serta Kabupaten Bandung Barat.

    “Lelaki dan perempuan tidak ada batasan jumlah, asal yang perempuan tidak sedang hamil,” ujar Eddy. Tim membuka pendaftaran relawan sejak 27 Juli 2020 lewat nomor kontak khusus.

    Eddy mengatakan tim riset tidak mengistimewakan kalangan tertentu seperti pejabat yang mendaftar sebagai relawan. Pejabat yang telah resmi mendaftar misalnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Sejauh ini menurutnya Ridwan Kamil belum mendapat jadwal. “Kan pejabat mah sibuk jadi dilihat dulu jadwalnya mana yang bisa,” katanya.

    Sejauh ini tim masih terus melakukan verifikasi kepada para pendaftar sehingga masih banyak yang belum dapat jadwal penyuntikan calon vaksin Covid-19. Tempat penyuntikan tersebar di Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Balai Kesehatan Unpad, dan Puskesmas Garuda, Dago, Ciumbuleuit, dan Sukapakir. Verifikasi itu kata Eddy tidak hanya memeriksa umur dan domisili tapi juga menanyakan kondisi kesehatan, penyakit, dan kesanggupan diperiksa.

    Setiap calon relawan juga ditanya komitmennya untuk ikut dalam penelitian sampai selesai selama enam bulan. Selain itu pembuatan jadwal calon relawan juga ikut menyesuaikan dengan kesibukan tugas atau pekerjaannya. “Verifikasinya agak panjang, relawan tidak asal disuruh datang saja,” kata Eddy.

    Seorang relawan Yuana Romdhoniah mengatakan ia mulai mendaftar pada awal Agustus 2020. “Pendaftaran melampirkan KTP dan nomor handphone,” ujarnya.

    Ibu rumah tangga berusia 26 tahun itu kemudian mendapat pemberitahuan untuk diperiksa di Rumah Sakit Pendidikan Unpad Jalan Eyckman pada Senin lalu. Sehari kemudian, 11 Agustus 2020 dia disuntik vaksin Covid-19 bersama 18 orang relawan lainnya. Vaksinasi perdana calon penangkal Covid-19 buatan Sinovac asak Cina itu disaksikan langsung Presiden Joko Widodo di lokasi.

    ANWAR SISWADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.