Tangis Haru sertai Penganugerahan Tanda Jasa dari Jokowi ke 22 Tenaga Kesehatan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD melakukan tanya jawab dengan awak media di kantornya, Jakarta, 25 Februari 2020. Tempo/Friski Riana

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD melakukan tanya jawab dengan awak media di kantornya, Jakarta, 25 Februari 2020. Tempo/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Tangis haru mewarnai keluarga tenaga kesehatan yang gugur saat menghadapi Covid-19, saat menerima anugerah tanda jasa dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi, di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis, 13 Agustus 2020. Di upacara penganugerahan itu, mereka datang mewakili keluarga mereka yang telah tiada.

    "Saya terharu, tenaga medis itu ya, dokter yang suaminya meninggal, istrinya meninggal perawat. Ada 22 orang tadi yang kita undang, banyak yang nangis sesenggukan, sambil memberi hormat, karena tak boleh salaman itu nangis. Ada juga ibu ibu, ada seorang anak laki laki ditinggal oleh anak dan ibunya," ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md, usai upacara.

    Mahfud merupakan salah satu menteri yang hadir dalam penganugerahan tersebut. Upacara memang digelar secara terbatas dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Tak ada salaman dan semua peserta wajib mengenakan masker.

    Mahfud mengatakan ada 22 tenaga kesehatan yang mendapat tanda jasa. 9 tenaga medis menerima penghargaan Bintang Jasa Pratama, dan 13 tenaga medis lain mendapat penghargaan Bintang Jasa Nararya.

    "Mereka ini selain mendapat tanda jasa utama, itu juga mendapat uang santunan sebesar Rp 300 juta setiap orang tanpa membedakan jumlah santunan apakah dia dokter atau perawat," ujar Mahfud.

    Adapun para tenaga kesehatan yang gugur dan mendapat tanda jasa tersebut adalah,
    - Penerima tanda kehormatan Bintang Jasa Pratama
    1. Almarhum dr. Djoko Judodjoko, Sp.B. (Dokter);
    2. Almarhum Prof. Dr. dr. Bambang Sutrisna, MHSc. (Dokter/Guru Besar);
    3. Almarhumah dr. Exsenveny Lalopua, M.Kes. (Dokter);
    4. Almarhum dr. Bartholomeus Bayu Satrio Kukuh Wibowo (Dokter);
    5. Almarhum dr. Heru Sutantyo (Dokter);
    6. Almarhum dr. Wahyu Hidayat, Sp. THT. (Dokter);
    7. Almarhum Setia Aribowo, A.Md.Kep. (Perawat);
    8. Almarhumah Mursyida, A.Md.Kep. (Perawat); dan
    9. Almarhumah Ns. Elok Widyaningsih, S.Kep. (Perawat).

    - Penerima tanda kehormatan Bintang Jasa Naraya
    1. Almarhum dr. Hadio Ali Khazatsin, Sp.S. (Dokter);
    2. Almarhum dr. Adi Mirsa Putra, Sp.THT. (Dokter);
    3. Almarhumah drg. Umi Susana Widjaja, Sp.PM. (Dokter Gigi);
    4. Almarhum drg. Gunawan Oentaryo, M.Kes. (Dokter Gigi);
    5. Almarhumah drg. Anna Herlina Ratnasari (Dokter Gigi);
    6. Almarhumah drg. Amutavia Pancarsari Artsianti Putri, Sp.Ort. (Dokter Gigi);
    7. Almarhum drg. Yuniarto Budi Santosa, M.K.M. (Dokter Gigi);
    8. Almarhumah Ns. Ninuk Dwi Pusponingsih, S.Kep. (Perawat);
    9. Almarhum Sugiarto, A.Md.Kep. (Perawat);
    10. Almarhumah Mulatsih Widji Astuti, AMK., S.H. (Perawat);
    11. Almarhum Adharul Anam, S.Kep. (Perawat);
    12. Almarhumah Nuria Kurniasih, AMK. (Perawat);
    13. Almarhumah Nur Putri Julianty, AMK. (Perawat).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.