AKSI Meminta Komnas HAM Selidiki Kematian Hendri Alfred

Reporter

Ilustrasi mayat. AFP/CHARLES ONIANS

TEMPO.CO, Jakarta - Komunitas advokasi dan kampanye Aksi Keadilan Indonesia atau AKSI bersama beberapa aliansi yang tergabung dalam organisasi berbasis pengguna napza mendesak kepolisian dan lembaga pemerintah melakukan penyelidikan terkait insiden kematian Hendri Alfred Bakari. Hendri tewas saat mendekam dalam penjara Polres Barelang, Batam.

AKSI menilai insiden kematian Hendri janggal. "Kematian Henry tidak hanya menunjukkan indikasi perilaku penyiksaan yang sudah membudaya namun juga keengganan institusi untuk melangkah menuju perubahan," ungkap Koordinator Advokasi dan Kampanye AKSI, Yohan Misero, seperti dikutip dalam rilis tertulis, Jakarta, 12 Agustus 2020.

Menurut Yohan, ada banyak kejanggalan dalam insiden kematian Hendry. Pertama, Hendri ditahan tanpa surat penangkapan. Kedua, surat kematian menunjukkan bahwa Hendri meninggal pada 07.13 WIB, namun keluarga baru diberitahu siang hari dengan dalih untuk menemui Hendri terlebih dahulu.

Ketiga, kepala Hendri ketat dibungkus plastik dengan selotip coklat yang tebal. Keempat, terdapat bekas memar di tubuh Hendri.

Atas dasar itu, AKSI serta beberapa organisasi dan lembaga lainnya, seperti Banten Drug Policy Reform, Forum Akar Rumput Indonesia, Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat (LBHM), Persaudaraan Korban Napza Kepulauan Riau (PKN Kepri), dan Yayasan Embun Pagi mendesak dan mengajukan sejumlah tuntutan. 

Mereka mendesak Polri untuk menyelidiki kasus kematian Hendri secara menyeluruh dan memberi hukuman pada anggota yang terbukti melanggar prosedur dan melakukan penyiksaan. Selain itu, mereka meminta Komnas HAM, Kompolnas, dan Ombudsman untuk melakukan investigasi mandiri pada kasus ini. 

Ketiga lembaga itu juga diminta untuk menggali kasus tersebut dan memberikan rekomendasi kebijakan pada Polri agar hal serupa tidak terjadi lagi. Terakhir, mereka menuntut pemerintah dan parlemen untuk mendekriminalisasi pemakaian, penguasaan, dan pembelian narkotika dalam jumlah kecil. Tujuannya agar mereduksi masifnya pendekatan hukum pidana terhadap permasalahan narkotika.

Hendri adalah seorang tahanan yang tewas di penjara Polres Barelang, Batam. Hendri awalnya dijemput polisi pada 6 Agustus 2020 dengan tuduhan kepemilikan narkoba. Menurut pihak keluarga, polisi tak menunjukkan surat penahanan.

Selang dua hari kemudian, keluarga baru diizinkan menjenguk Hendri. Saat itulah, pihak keluarga menerima kabar bahwa Hendri sudah meninggal. 

YEREMIAS A. SANTOSO






Komnas HAM Didesak Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Dogiyai

7 jam lalu

Komnas HAM Didesak Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Dogiyai

Pelapor akan mendatangi kantor Komnas HAM Senin siang ini.


Komnas HAM Apresiasi Vonis Seumur Hidup Pelaku Mutilasi Warga Mimika

1 hari lalu

Komnas HAM Apresiasi Vonis Seumur Hidup Pelaku Mutilasi Warga Mimika

Komnas HAM berharap putusan ini dapat menjadi sinyal langkah maju dalam penegakan hukum dan hak asasi manusia di Papua.


ABK di Tambora Tidur di Pohon karena Pakai Sabu, Diduga Pertama Coba Narkoba

8 hari lalu

ABK di Tambora Tidur di Pohon karena Pakai Sabu, Diduga Pertama Coba Narkoba

MRS diduga isap sabu, baru sekali pakai narkoba.


Komnas HAM Minta Panglima TNI dan MA Awasi Peradilan Kasus Mutilasi 4 Warga Papua

8 hari lalu

Komnas HAM Minta Panglima TNI dan MA Awasi Peradilan Kasus Mutilasi 4 Warga Papua

Permintaan ini disampaikan Komnas HAM karena proses peradilan kasus mutilasi tersebut masih belum transparan dan efektif.


Komnas HAM Soroti 6 Hal dari Sidang Mutilasi 4 Warga Mimika yang Libatkan Anggota TNI

8 hari lalu

Komnas HAM Soroti 6 Hal dari Sidang Mutilasi 4 Warga Mimika yang Libatkan Anggota TNI

Komnas HAM mengatakan proses pengadilan mengabaikan aksesbilitas bagi keluarga korban untuk mengikuti seluruh tahapan persidangan.


Inilah Kriteria Kejahatan dengan Ancaman Hukuman Mati

8 hari lalu

Inilah Kriteria Kejahatan dengan Ancaman Hukuman Mati

Merujuk KUHP, ada enam kriteria kejahatan dengan ancaman hukuman mati. Selain itu, ada perkara narkotika dan tindak pidana korupsi.


ABK Kapal Pencari Ikan, Bersandar di Muara Baru Tahu-tahu Tertidur Pulas di Atas Pohon di Tambora

9 hari lalu

ABK Kapal Pencari Ikan, Bersandar di Muara Baru Tahu-tahu Tertidur Pulas di Atas Pohon di Tambora

Seorang ABK kapal pencari ikan ditemukan tertidur pulas di atas pohon di sebuah jalan di Tambora, Jakarta Barat. Kapalnya bersandar di Muara Baru.


Komnas HAM Desak DPR dan Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT

9 hari lalu

Komnas HAM Desak DPR dan Pemerintah Segera Sahkan RUU PPRT

Komnas HAM mendesak agar DPR dan Pemerintah segera membahas RUU PPRT dan mengesahkannya agar ada kepastian hukum untuk pekerja rumah tangga.


Kombes Yulius & Irjen Teddy Minahasa Sama-sama Polisi Terjerat Kasus Sabu, Ada Hubungan?

11 hari lalu

Kombes Yulius & Irjen Teddy Minahasa Sama-sama Polisi Terjerat Kasus Sabu, Ada Hubungan?

Benarkah belum ada hubungannya kasus sabu Teddy Minahasa dengan Kombes Yulius?


Pengedar Narkoba di Penjaringan Dapat Fee Rp 5 Juta Per 1 Kilogram Penjualan

12 hari lalu

Pengedar Narkoba di Penjaringan Dapat Fee Rp 5 Juta Per 1 Kilogram Penjualan

Pengedar narkoba, Elung, dapat Rp 5 juta setiap berhasil menjual satu kilogram sabu.