YLBHI Heran KPK Tak Dilibatkan Usut Kasus Djoko Tjandra

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Djoko Tjandra (baju tahanan) saat akan diserahkan dari Tim Penyidik Bareskrim Mabes Polri ke Kejaksaan Agung, di Lobby Gedung Bareskrim, Jakarta Pusat, Jumat, 31 Juli 2020. Tempo/Egi Adyatama

    Djoko Tjandra (baju tahanan) saat akan diserahkan dari Tim Penyidik Bareskrim Mabes Polri ke Kejaksaan Agung, di Lobby Gedung Bareskrim, Jakarta Pusat, Jumat, 31 Juli 2020. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati mempertanyakan kenapa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak terlibat dalam pengusutan kasus Djoko Tjandra.

    “Saya setuju kita harus apresiasi kepolisian dan kejaksaan, tapi pertanyaannya sampai batas apa kepolisian dan kejaksaan mampu menelusuri (kasus) itu. Saya tak yakin mereka akan mampu atau mau menelusuri sampai ke sana,” ujar dia dalam webinar pada Rabu, 12 Agustus 2020.

    Djoko, yang memiliki nama asli Joko Tjandra, merupakan terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih Bank Bali.

    Setelah menjadi buron selama 11 tahun, Markas Besar Polri menangkap Joko di Malaysia pada Kamis, 30 Juli 2020. Selama itu pula, ia bolak-balik Indonesia tanpa terlacak. Sejumlah penegak hukum diduga terlibat meloloskan Joko.

    Asfinawati mengatakan KPK mempunyai fungsi koordinasi dan supervisi kepada penegak hukum lain, yakni kepolisian dan kejaksaan. Seperti yang tertera dalam Undang-Undang KPK, kata dia, salah satu fungsi lembaga tersebut ialah penyidikan dan penuntutan terhadap penegak hukum.

    Baginya, KPK yang dilemahkan secara sistematis melalui revisi UU dan pengisian pimpinan baru berpengaruh mulai berefek panjang. “Kita mulai memulai persoalan itu (yakni) tidak berfungsinya KPK, khususnya dalam (hal yang seharusnya) dilakukan terhadap penegak hukum,” ucap dia.

    MUHAMMAD BAQIR 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.