BPBD Sulawesi Tengah Ingatkan Nelayan Waspada Cuaca Ekstrem

Reporter

Editor

Amirullah

Ilustrasi cuaca ekstrem. ANTARA/Saiful Bahri

TEMPO.CO, Palu - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah mengingatkan masyarakat, termasuk para nelayan di daerah itu, untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem.

"Kita tidak tahu kapan musibah itu datang sehingga butuh yang namanya waspada," kata Kepala BPBD Sulteng, Bartholomeus, di Palu, Selasa, 11 Agustus 2020.

Dalam kondisi cuaca ekstrem, kata dia, sangat dimungkinkan terjadinya bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor, karena dipicu curah hujan yang tinggi. Juga gelombang laut meningkat.

Karena itu, kata dia, nelayan harus hati-hati saat mencari ikan di laut. Sebab ketika gelombang laut meningkat, ancaman pun sangat serius bagi diri sendiri.

Seperti yang terjadi pada seorang nelayan di Teluk Tomini yang hilang saat turun ke laut untuk menangkap ikan beberapa hari lalu dan sampai sekarang ini belum juga diketemukan oleh tim dari Basarnas.

Jika memang sudah diketahui bahwa gelombang di atas normal, Bartholomeus meminta lebih baik nelayan menunda melaut, sebab sangat membahayakan bagi keselamatan jiwa.

Badan Meteorologi,Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah menginformasikan bahwa dalam beberapa hari terakhir maupun ke depan ini, Sulteng masih dilanda cuaca ekstrem.






China Dilanda Cuaca Ekstrem, Suhu Beijing Minus 18 Derajat

7 hari lalu

China Dilanda Cuaca Ekstrem, Suhu Beijing Minus 18 Derajat

Suhu udara di Beijing, China dalam tiga hari terakhir sampai Rabu, 25 Januari 2023, bisa mencapai minus 18 derajat Celsius pada malam hari.


KKP dan Nelayan Bersepakat tentang Kebijakan PNBP

14 hari lalu

KKP dan Nelayan Bersepakat tentang Kebijakan PNBP

Tercapai kesepakatan bahwa penarikan PNBP Pasca-Produksi menggunakan formulasi 10 persen x HAI yang mempertimbangkan HPP.


Dua Penumpang Bajaj Jadi Korban Penodongan Residivis di Tambora, Uang Rp 8 Juta Amblas

15 hari lalu

Dua Penumpang Bajaj Jadi Korban Penodongan Residivis di Tambora, Uang Rp 8 Juta Amblas

Dua korban penodongan itu adalah nelayan yang hendak membeli perlengkapan melaut.


DPR Kritik KKP, Nelayan Kekurangan Solar dan Pupuk Subsidi

15 hari lalu

DPR Kritik KKP, Nelayan Kekurangan Solar dan Pupuk Subsidi

Komisi IV DPR RI mengkritik kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) karena nelayan kekurangan solar dan pupuk subsidi.


Tegur KKP, Komisi IV DPR Ingatkan Pajak Tangkapan Ikan Merugikan Nelayan

15 hari lalu

Tegur KKP, Komisi IV DPR Ingatkan Pajak Tangkapan Ikan Merugikan Nelayan

Komisi IV meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menindaklanjuti isu yang beredar, antara lain demo nelayan di berbagai daerah terhadap PP 85 tahun 2021.


Dua Anak Panti Asuhan Hanyut di Kali Ciliwung, Basarnas Kerahkan 150 Personel untuk Pencarian

16 hari lalu

Dua Anak Panti Asuhan Hanyut di Kali Ciliwung, Basarnas Kerahkan 150 Personel untuk Pencarian

Basarnas mengerahkan 150 personel gabungan dan 10 perahu untuk mencari dua anak panti asuhan yang hanyut di Kali Ciliwung.


Kepala BMKG Dwikorita Karnawati: Januari Puncak Hujan, Tahun Ini Kemarau Panjang

19 hari lalu

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati: Januari Puncak Hujan, Tahun Ini Kemarau Panjang

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyebut Januari ini menjadi puncak hujan dan memperkirakan kemarau panjang terjadi pada 2023.


4 Ciri Tanah Rawan Longsor Dampak Pergerakan Tanah di Jakarta

21 hari lalu

4 Ciri Tanah Rawan Longsor Dampak Pergerakan Tanah di Jakarta

Pada Desember 2022, pergerakan tanah rawan longsor di Jakarta hanya 10 titik, namun kini meluas jadi 15 titik.


Titik Rawan Pergerakan Tanah di Jakarta Bertambah Jadi 15 Kecamatan

21 hari lalu

Titik Rawan Pergerakan Tanah di Jakarta Bertambah Jadi 15 Kecamatan

Menurut BPBD DKI, pergerakan tanah di Zona Menengah dapat terjadi jika curah hujan di atas normal.


Top 3 Metro: Korban Mutilasi Angela Hindriarti Bertemu Tersangka di Kaskus, Waspada Cuaca Ekstrem di Tangerang

22 hari lalu

Top 3 Metro: Korban Mutilasi Angela Hindriarti Bertemu Tersangka di Kaskus, Waspada Cuaca Ekstrem di Tangerang

Usai perkenalan korban dengan tersangka pembunuhan dan mutilasi di forum Kaskus, tahun 2019 baru kopi darat pertama kali di Kuningan City Mall.