Ketua Komite Covid-19 Erick Thohir Paparkan Indonesia Sehat, Bekerja, dan Tumbuh

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) memberikan bantuan secara simbolis kepada Petugas Satuan Pengamanan KAI dan KCI Egi Sandi Saputra (tengah) sebagai bentuk Apresiasi Kejujuran Kementerian BUMN di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin, 13 Juli 2020. Egi dan Mujenih diangkat menjadi pegawai tetap di anak perusahaan KAI yaitu Kereta Commuter Indonesia (KCI). ANTARA/Muhammad Adimaja

    Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) memberikan bantuan secara simbolis kepada Petugas Satuan Pengamanan KAI dan KCI Egi Sandi Saputra (tengah) sebagai bentuk Apresiasi Kejujuran Kementerian BUMN di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Senin, 13 Juli 2020. Egi dan Mujenih diangkat menjadi pegawai tetap di anak perusahaan KAI yaitu Kereta Commuter Indonesia (KCI). ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir menjelaskan apa itu program Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, dan Indonesia Tumbuh. Ketiga rencana kerja ini merupakan acuan tim untuk menekan Covid-19 dan dampak negatif dari pandemi di sektor sosial-ekonomi.

    "Yang kami tanamkan sekarang ini adalah, kesehatan pulih, ekonomi bangkit," ujar Erick dalam keterangannya, Senin, 10 Agustus 2020.

    1. Indonesia Sehat

    Erick mengatakan beberapa program Indonesia sehat adalah sosialisasi perubahan perilaku secara luas, akselerasi test swab atau PCR, pelacakan dan karantina secara nasional, serta terapi penyembuhan berkelanjutan.

    Melalui program ini, pemerintah juga mendorong perubahan zona merah menjadi kuning dan hijau dengan prioritas delapan provinsi. Tujuannya, kata Erick, agar Pilkada aman.

    Kemudian, pemerintah merencanakan kerja sama pembuatan dan pendistribusian imunisasi vaksin serta obat-obatan pembentuk anti-bodi dan daya tahan tubuh dalam satu tahun ke depan.

    Selain itu, pemerintah juga akan menerapkan satu data untuk penanganan Covid-19. Serta memaksimalkan peran layanan kesehatan primer rumah sakit untuk penanganan Covid-19 di setiap daerah.

    Lebih lanjut, Erick mengatakan satgas juga menyiapkan pelayanan yang berkualitas dan terjangkau dengan pendekatan keluarga, mengendalikan penyakit tidak menular terintegrasi, mempercepat kemandirian alat kesehatan dan obat dalam
    negeri, hingga transformasi sistem kesehatan dan BPJS berkualitas.

    2. Indonesia Bekerja

    Sementara itu, untuk program Indonesia Bekerja, pemerintah berjanji mempercepat pencairan berbagai stimulus. Suntikan ini meliputi bantuan UMKM produktif, bantuan kredit dan subsidi bunga UMKM, pemberian subsidi gaji melalui Jamsostek, penyaluran bantuan untuk peserta Kartu Prakerja, penambahan bantuan sosial, pemberian subsidi listrik untuk kelompok berpenghasilan rendah, serta relaksasi abodemen listrik.

    Pemerintah juga akan mempercepat penyaluran kredit untuk usaha informal dan melaksanakan program padat karya pangan oleh Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian PUPR.

    Program padat karya di pedesaan dilakukan dengan cara menggenjot produktivitas pangan, pelaksanaan program irigasi, pengembangan embung, pembangunan desa, serta percepatan penyerapan tenaga kerja.

    "Dalam Indonesia Bekerja, ada bantuan UMKM produktif mudah-mudahan satu-dua minggu ini diumumkan 12 juta untuk mikro retail akan dibantu Rp 2,4 juta, kurang lebih Rp 28,8 triliun," tuturnya.

    3. Indonesia Tumbuh

    Sedangkan program Indonesia Tumbuh meliputi pengembangan di sektor maritim. Salah satunya, pemerintah bakal menempatkan nelayan sebagai pilar utama untuk membantu pemulihan ekonomi. Pemerintah juga akan meningkatkan penerimaan melalui cukai rokok, plastik, BBM, kendaraan, serta melakukan transformasi penerimaan perpajakan.

    Di luar stimulus sebesar Rp 695 triliun yang dianggarkan pemerintah pusat untuk penanganan pagebluk, Erick menyatakan pemerintah daerah memiliki mata anggaran untuk pemulihan ekonomi.

    Ketua Komite Covid-19 ini pun mendorong pihak-pihak berwenang segera melakukan percepatan realisasi dukungan dan mensinkronkan program di seluruh kementerian atau lembaga.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.