Pengacara Anita Kolopaking Sebut Penahanan Kliennya Terkesan Dipaksakan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anita Kolopaking kuasa hukum Joko Tjandra. Foto: Linda Novi Trianita

    Anita Kolopaking kuasa hukum Joko Tjandra. Foto: Linda Novi Trianita

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Tim Kuasa Hukum Anita Kolopaking, Andi Kusuma Putra, menilai alasan Badan Reserse Kriminal Polri menahan kliennya tidak kuat.

    "Penahanan itu kesannya mau ditahan untuk memuaskan media saja," ucap Andi di Gedung Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta Selatan, pada Senin, 10 Agustus 2020.

    Andi menjelaskan, kepolisian memberikan tiga alasan mengapa Anita ditahan. Namun, ia merasa, dari setiap alasan yang dikemukakan terasa dipaksakan.

    "Misalnya agar tidak kabur. Wong sudah dicekal, jadi tidak mungkin melarikan diri. Lalu untuk dugaan menghilangkan barang bukti, semua sudah disita, bahkan HP Ibu Anita, jadi barang bukti apa lagi?" ucap Andi.

    Maka dari itu, Anita kemudian mengajukan gugatan praperadilan terhadap penetapan tersangka dan penahanan dirinya.

    Anita Kolopaking merupakan salah satu kuasa hukum Djoko Tjandra atau Joko Tjandra dalam pengajuan Peninjauan Kembali perkara pengalihan hak tagih Bank Bali. Polisi menetapkan Anita menjadi tersangka karena dianggap melanggar Pasal 263 Ayat (2) dan Pasal 223 KUHP. Ia diduga terlibat dalam pembuatan surat jalan palsu untuk Djoko Tjandra yang diterbitkan oleh Brigadir Jenderal Polisi Prasetijo Utomo.

    Dalam pemeriksaannya pada 7 Agustus, Polri pun menahan Anita selama 20 hari di Rutan Bareskrim, terhitung sejak 8 Agustus 2020.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.