Istana Sebut Indonesia Belum Resesi, Lebih Baik Dari Singapura

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Istana menegaskan ekonomi Indonesia belum mengalami resesi, kendati pertumbuhan ekonomi kuartal II minus 5,32 persen. Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Arif Budimanta, menjelaskan sebuah negara dinyatakan mengalami resesi ekonomi ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun.

    "Jika sebuah negara mengalami pertumbuhan negatif selama 2 kuartal berturut-turut dihitung secara quartalan (q-t-q) bukan secara tahunan (y-o-y), maka itu belum bisa disebut mengalami resesi," ujarnya kepada wartawan, Senin, 10 Agustus 2020.

    Arif optimistis Indonesia masih bisa menghindari resesi jika pertumbuhan ekonomi pada kuartal III secara tahunan dapat mencapai nilai positif. "Pada kuartal I kita masih tumbuh positif 2,97% (y-o-y) dan di kuartal III kita punya peluang kembali ke level positif setelah bergerak lagi aktivitas perekonomian dengan protokol adaptasi kebiasaan baru (AKB)," ujar politikus PDIP ini.

    Pertumbuhan ekonomi negatif atau kontraksi ekonomi ini, lanjut Arif, tidak hanya terjadi di Indonesia. Hampir seluruh negara mengalami hal serupa, bahkan dengan kontraksi yang lebih tajam, seperti yang terjadi di Uni Eropa -14,4 persen, Singapura -12,6 persen, Amerika Serikat -9,5 persen, Malaysia -8,4 persen.

    "Artinya kondisi kita relatif lebih baik dibandingkan dengan beberapa negara tersebut karena sejak awal Presiden memberikan arahan untuk melakukan program dan fasilitas yang sifatnya counter cyclical untuk mendorong ekonomi domestik khususnya konsumsi masyarakat," ujar Arif.

    Data Juli misalnya, ujar Arif, sudah menunjukkan mulai adanya perbaikan-perbaikan, seperti manufacturing PMI yang meningkat dari 39,1 pada Juni menjadi 46,9 pada Juli dan diharapkan bulan ini sudah bisa di atas 50.

    Demikian juga pertumbuhan kredit perbankan yang mulai ada tanda perbaikan pada Juli lalu. "Oleh karena itu, jika momentum perbaikan ini bisa kita jaga dan tingkatkan, maka kuartal III ini ekonomi kita bisa segera pulih," ujar staf khusus presiden ini.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memiliki Tas Mewah

    Memilik tas mewah merupakan impian sebagian orang. Namun ada hal yang harus anda perhatikan ketika memiliki dan merawat tas mahal tersebut.