BPOM Pastikan Obat Herbal Milik Hadi Pranoto Tidak Memiliki Izin Edar

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peneliti Hadi Pranoto menunjukkan ramuan herbal untuk antibodi mencegah COVID-19, di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin, 3 Agustus 2020. Berdasarkan hasil penelitiannya,  ramuan dari bahan-bahan herbal alami Indonesia tersebut dipercaya mampu meningkatkan antibodi dalam mencegah penyebaran COVID-19 dan direncanakan akan diproduksi massal gratis. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    Peneliti Hadi Pranoto menunjukkan ramuan herbal untuk antibodi mencegah COVID-19, di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin, 3 Agustus 2020. Berdasarkan hasil penelitiannya, ramuan dari bahan-bahan herbal alami Indonesia tersebut dipercaya mampu meningkatkan antibodi dalam mencegah penyebaran COVID-19 dan direncanakan akan diproduksi massal gratis. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan produk herbal buatan Hadi Pranoto yang diklaim mampu menyembuhkan pasien Covid-19 tidak memilki izin edar.

    "BPOM tidak pernah memberikan izin edar pada produk yang botolnya polosan. Enggak mungkin. Produk yang kami setujui pasti ada labelnya lengkap dengan keterangan tentang produk," ujar Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Mayagustina Andarini dalam diskusi daring, Senin, 10 Agustus 2020.

    Hadi Pranoto, yang mengaku sebagai pakar dan profesor mikrobiologi, sebelumnya mengklaim obat herbalnya bisa menciptakan antibodi Covid-19 sehingga ampuh menyembuhkan pasien Covid-19. Hal tersebut ia sampaikan saat diwawancara musisi Erdian Aji Prihartanto, akrab disapa Anji, beberapa waktu lalu. Hadi mengaku obat herbal itu telah didistribusikan di berbagai wilayah seperti Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan.

    Maya menyebut produk tanpa izin edar ini berbahaya jika beredar dan dikonsumsi masyarakat. BPOM meminta masyarakat berhati-hati sebelum mengonsumsi apapun. BPOM meminta kepada masyarakat agar tidak mengonsumsi produk apapun yang tidak jelas keterangannya. 

    "Masyarakat jangan mudah terkecoh. Cek nama produk, komposisi, produsen, nomor izin edarnya sebelum dikonsumsi. Semua bisa dicek secara online di situs BPOM," ujar Maya.

    Dari sisi pengawasan, kata Maya, BPOM akan terus melakukan patroli terhadap produk-produk yang beredar di tengah masyarakat. Pelaku usaha yang menjual produk dengan mengabaikan hak konsumen, ujar Maya, bisa ditindak pidana seperti diatur dalam Undang-undang Perlindungan Konsumen.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Seragam Baru Satpam Mirip Polisi dalam 4 Hal Baru Terkait Pam Swakarsa

    Kapolri Jenderal Idham Azis meneken peraturan tentang Pengamanan Swakarsa atau Pam Swakarsa. Dalam aturan itu, seragam baru satpam jadi mirip polisi.