Tindaklanjuti Inpres Covid-19, Kapolri Maksimalkan Peran Babinkamtibmas

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjalan santai di sekitar area Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Ahad, 7 Juni 2020. Jokowi didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjalan santai di sekitar area Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Ahad, 7 Juni 2020. Jokowi didampingi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis. Foto: Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta Kapolri Jenderal Idham Azis memerintahkan seluruh jajaran kepolisian agar membantu mendisiplinkan masyarakat terkait kepatuhan terhadap protokol kesehatan Covid-19.

    Perintah tersebut menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Covid-19.

    "Tingginya kasus positif Covid-19 memang harus direspon dengan Inpres tersebut. Kami tinggal menyinkronisasikan program di lapangan dalam rangka pengendalian," ucap Idham melalui keterangan tertulis, Ahad, 9 Agustus 2020.

    Idham berujar segera merumuskan implementasi Inpres tersebut di wilayahnya masing-masing. Ia akan memaksimalkan peran dan fungsi bintara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat (Babinkamtibmas).

    Presiden Jokowi dalam Inpresnya meminta kepala daerah membuat aturan turunan  dan memuat sanksi bagi pelanggar. Dalam pelaksanaan peraturannya, Presiden Jokowi meminta TNI-Polri mengerahkan kekuatan untuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan di masyarakat.

    Tertuang dalam Inpres Protokol Kesehatan, sanksi akan dikenakan kepada perorangan, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum.

    "Sanksi berupa (a) teguran lisan atau teguran tertulis; (b) kerja sosial; (c) denda administratif; atau (d) penghentian atau penutupan sementara penyelenggaraan usaha," demikian bunyi salah satu poin Inpres 6/2020 seperti yang dikutip Tempo dari laman jdih.setneg.go.id, Rabu, 5 Agustus 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.