PKS Solo Angkat Bicara Soal Isu Transaksi Politik Bangun Koalisi Lawan Gibran

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (kiri) dan Achmad Purnomo (tengah) berjabat tangan usai mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Kantor DPP PDI-P, Jakarta, Senin, 10 Februari 2020. Purnomo bertemu Jokowi sehari sebelum PDIP resmi mengumumkan mengusung putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sebagai bakal calon Wali Kota di Pilkada 2020 Solo. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Bakal Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (kiri) dan Achmad Purnomo (tengah) berjabat tangan usai mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Kantor DPP PDI-P, Jakarta, Senin, 10 Februari 2020. Purnomo bertemu Jokowi sehari sebelum PDIP resmi mengumumkan mengusung putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sebagai bakal calon Wali Kota di Pilkada 2020 Solo. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Solo - Ketua DPD PKS Solo, Abdul Ghofar Ismail membantah kabar berkembang terkait adanya transaksi politik untuk membangun koalisi antara PKS, PAN dan PSI.

    "Itu yang menghubungi siapa, saya belum pernah ketemu Pak Anung (Anung Indro Susanto-red) sama sekali. Bahkan saya baru bertemu dengan Golkar dan Gerindra pasca rekomendasi dari PDIP itu turun. Itu dibuat-buat atau seperti apa," ujarnya saat dimintai konfirmasi, Jumat 7 Agustus 2020.

    Meski demikian, Ghofar membenarkan bahwa PKS tengah bersiap membangun kapal koalisi untuk menciptakan lawan pasangan Gibran - Teguh. Hanya saja, ia menyebut tidak ada transaksi. "Kabar ini terkesan ngoyoworo. Seakan-akan kita terlibat dalam skenario tersebut. Sebenarnya keberatan disebut, tapi ya sudahlah," kata dia.

    Terpisah, Achmad Purnomo juga mengaku tidak tahu menahu terkait adanya berita politik transaksional tersebut. "Saya gak tahu apa-apa. Yang pasti saya tidak akan nyalon lagi," kata dia, menegaskan.

    Purnomo juga tidak akan berandai-andai menyikapi kabar beredar tersebut. Meskipun masih ada kesempatan untuk mencalonkan diri di Pilkada Solo melalui partai politik lain.

    "Jangan berandai-andai. Dari dulu meleset terus. Udah diusulkan pengurus cabang saja meleset kok. Sekarang berandai-andai lagi jangan," katanya.

    SOLOTRUST.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.