Prabowo Bakal Isi Pengurus Pusat Gerindra dengan Anak Muda

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan pidato politiknya dalam peringatan HUT ke-12 Partai Gerindra di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan pidato politiknya dalam peringatan HUT ke-12 Partai Gerindra di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan pengurus pusat partainya untuk periode 2020-2025 bakal diisi tokoh-tokoh muda. Keputusan ini, kata dia, diutarakan langsung Prabowo Subianto yang baru saja terpilih kembali sebagai ketua umum dalam kongres luar biasa (KLB).

    "Pak Prabowo dalam pidato penutupannya mengatakan bahwa nanti pengurus DPP partai Gerindra akan didominasi anak-anak muda di bawah 50 tahun," kata Muzani dalam konferensi pers di Kompleks Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 8 Agustus 2020.

    KLB Gerindra memutuskan Prabowo sebagai formatur tunggal untuk menyusun kepengurusan DPP yang baru dan menyempurnakan AD/ART partai. Ia memiliki waktu selama 30 hari untuk merampungkannya.

    "Walau saya diberi 30 hari, tapi akan segera saya putuskan supaya tidak ada kevakuman," ujar Prabowo.

    Penunjukan Prabowo Subianto sebagai ketua umum diambil dalam rapat pleno ke-3 dengan agenda pembacaan laporan pertanggungjawaban DPP dan tanggapan dari seluruh DPD. Dalam forum itu seluruh pengurus DPD Partai Gerindra bulat menerima laporan pertanggungjawaban kepengurusan DPP periode 2015-2020 dan sepakat meminta Prabowo memimpin kembali.

    Mendapat permintaan seperti itu, Prabowo menyatakan kesiapannya. "Kalau itu memang permintaan kongres luar biasa ini saya menyatakan saya siap menerima sebagai ketua umum," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.