Polri Ungkap Sindikat Tabung Gas Subsidi Curang di Banten

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memasukkan gas LPG kedalam tabung 3 kg di Stasiun Pengisian Bahan Bakar LPG Makassar di kawasan Terminal BBM Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 3 Oktober 2019. Setiap hari terminal tersebut memproduksi 22 ribu tabung 3 kg berisi gas dengan kapasitas 60-70 metrik ton untuk kebutuhan warga Makassar. ANTARA FOTO/Yusran Uccang

    Pekerja memasukkan gas LPG kedalam tabung 3 kg di Stasiun Pengisian Bahan Bakar LPG Makassar di kawasan Terminal BBM Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 3 Oktober 2019. Setiap hari terminal tersebut memproduksi 22 ribu tabung 3 kg berisi gas dengan kapasitas 60-70 metrik ton untuk kebutuhan warga Makassar. ANTARA FOTO/Yusran Uccang

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal Polri atau Bareskrim mengungkap penyimpangan tabung gas subsidi pemerintah tanpa kelengkapan izin usaha.

    Kelima orang pelaku yang ditangkap diduga menjual kembali gas yang sudah dikurangi volume tabung kepada masyarakat.

    "Ini harus kami lakukan penindakan tegas karena ini merugikan negara dan masyarakat," ucap Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Syahardiantono dalam keterangan tertulis pada Jumat, 7 Agustus 2020.

    Dalam pengungkapan, penyidik menggerebek dua lokasi yakni di Kavling DPR A Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Tangerang, Banten dan Kavling DPR Blok C Gang Ambon RT 02 RW 06 Kelurahan Neroktog, Kecamatan Pinang, Tangerang, Banten.

    Dari hasil penggerebekan, penyidik menyita 563 tabung gas ukuran 3 kg, 175 tabung gas ukuran 12 kg, dan 22 tabung gas ukuran 50 kg. Selain itu, polisi juga menyita tiga truk dan dua unit mobil pickup, yang digunakan sebagai sarana transportasi angkutan, dan beberapa tabung gas dalam kondisi kosong.

    "Kami pastikan mengawal penuh subsidi gas dari pemerintah agar tepat sasaran dan secara utuh diterima masyarakat," ucap Syahar.

    Atas perbuatannya, para pelaku bakal dijerat dengan Pasal 53 huruf b, c, d Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, Pasal 8 ayat (1) Huruf A, dan pasal 62 ayat (1) UU No.8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memiliki Tas Mewah

    Memilik tas mewah merupakan impian sebagian orang. Namun ada hal yang harus anda perhatikan ketika memiliki dan merawat tas mahal tersebut.