Polri Buka Peluang Tahan Anita Kolopaking Usai Diperiksa Kasus Djoko Tjandra

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono menggelar konferensi pers ihwal terbitnya surat jalan Joko Tjandra dari institusinya, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu, 15 Juli 2020. Tempo/Andita Rahma

    Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono menggelar konferensi pers ihwal terbitnya surat jalan Joko Tjandra dari institusinya, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu, 15 Juli 2020. Tempo/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI buka kemungkinan akan menahan tersangka Anita Dewi Anggraeni Kolopaking atau Anita Kolopaking usai menjalani pemeriksaan perdananya pada hari ini, 7 Agustus 2020. Ia diperiksa terkait kasus surat jalan palsu Djoko Tjandra dan Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo atau Brigjen Prasetijo.

    "Ya ditunggu saja," ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono saat dihubungi pada Jumat, 7 Agustus 2020.

    Anita hadir dalam panggilan pemeriksaan keduanya. Ia sudah menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.30 WIB.

    "Yang bersangkutan menghadap penyidik di Subdit V Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri," kata Direktur Tindak Pidana Umum Brigadir Jenderal Ferdy Sambo saat dihubungi pada Jumat, 7 Agustus 2020.

    Sebelumnya, Anita diketahui tak hadir atau mangkir dari pemeriksaan pertama pada 4 Agustus 2020.

    Anita Kolopaking merupakan salah satu kuasa hukum terpidana kasus korupsi hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra yang memiliki nama asli Joko Tjandra. Ia ditetapkan sebagai tersangka dengan Pasal 263 Ayat (2) dan Pasal 223 KUHP setelah diduga terlibat dalam pembuatan surat jalan palsu untuk Djoko yang diterbitkan oleh Brigadir Jenderal Polisi Prasetijo Utomo.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Seragam Baru Satpam Mirip Polisi dalam 4 Hal Baru Terkait Pam Swakarsa

    Kapolri Jenderal Idham Azis meneken peraturan tentang Pengamanan Swakarsa atau Pam Swakarsa. Dalam aturan itu, seragam baru satpam jadi mirip polisi.