KPK Sita Aset Nurhadi di Bogor

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. KPK melanjutkan pemeriksaan Nurhadi yang merupakan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) diperiksa sebagai tersangka terkait suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA. TEMPO/Imam Sukamto

    Tersangka mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020. KPK melanjutkan pemeriksaan Nurhadi yang merupakan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) diperiksa sebagai tersangka terkait suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt) juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, Ali Fikri mengungkapkan Jumat ini penyidik KPK sedang mendatangi villa Nurhadi. “Hari ini Penyidik KPK mendatangi Villa NHD di Gadog Bogor untuk melakukan penyitaan,” Ujar Ali kepada Tempo melalui pesan teks, Jumat, 7 Agustus 2020.

    Tidak hanya aset berupa villa, Ali mengungkapkan KPK juga sedang menyita beberapa kendaraan bermotor yang ditemukan ketika dilakukan penyidikan. “Proses penggeledahan masih berlangsung,” ujar Ali.

    Sebelumnya, Nurhadi, mantan Sekretaris Mahkamah Agung, ditetapkan sebagai tersangka atas kasus suap dan gratifikasi sebesar 46 miliar dalam kurun waktu 2011-2016.

    Saat ini KPK tengah menelisik peran Nurhadi dalam kasus suap Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution. Kasus yang terbongkar pada 2016 itu merupakan awal mula Nurhadi terseret dalam kasus korupsi.

    RAFI ABIYYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.