Jokowi Berharap Pilkada 2020 Lancar dan Tidak Menimbulkan Klaster Covid-19

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah) didampingi Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito (kiri) dan anggota Dewi Nur Aisyah menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020. Pada saat wabah flu burung melanda beberapa tahun silam, Wiku menjadi anggota panel ahli di Komisi Nasional Pengendalian Flu Burung. ANTARA/Sigid Kurniawan/POOL

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah) didampingi Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito (kiri) dan anggota Dewi Nur Aisyah menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020. Pada saat wabah flu burung melanda beberapa tahun silam, Wiku menjadi anggota panel ahli di Komisi Nasional Pengendalian Flu Burung. ANTARA/Sigid Kurniawan/POOL

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi berharap penyelenggaraan Pilkada 2020 yang akan digelar serentak di tengah situasi pandemi ini bisa tetap berjalan secara demokratis, luber dan jurdil serta aman Covid-19.

    Jokowi meminta proses Pilkada 2020 dipersiapkan dengan baik, terutama di sisi protokol kesehatan, guna mencegah timbulnya klaster atau gelombang baru dengan terselenggaranya pesta demokrasi pada 9 Desember mendatang.

    "Keselamatan petugas, peserta dan pemilih harus menjadi prioritas. Protokol kesehatan harus betul-betul jadi kebiasaan baru dalam tahapan Pilkada, sehingga nantinya tidak menimbulkan klaster Covid-19 baru atau gelombang baru Covid-19," ujar Jokowi saat membuka Rapat Terbatas Persiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak di Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu, 5 Agustus 2020.

    Jokowi meminta penyelenggara pemilu mencontoh negara-negara lain seperti Singapura, Jerman, Prancis hingga Korea Selatan yang berhasil menyelenggarakan pemilu di tengah pandemi.

    "Kita harus bisa meyakinkan pemilih bahwa KPU dan pemerintah sangat concern terhadap kesehatan dan keselamatan dari Covid-19. Penerapan protokol kesehatan yang ketat diharapkan bisa memberikan rasa aman dan tingkat partisipasi pemilih tetap baik," ujar Jokowi.

    Momentum ini, kata Jokowi, harus diisi dengan menampilkan cara-cara dan inovasi baru dalam mempersiapkan pemilu.

    "Saya juga sudah mendapatkan laporan dari Menteri Dalam Negeri mengenai kesiapan anggaran dan juga nanti saya minta laporan mengenai antisipasi kerawanan dan keamanan yang menyangkut kurang lebih 270 Pilkada, baik Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota," ujar Jokowi.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19

    Jaga kesehatan mental saat pandemi Covid-19 dengan panduan langsung dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).