LP Nusakambangan Dihuni 11 Ribu Napi, Kemenkumham: Masih Banyak Kamar Kosong

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Wilayah Jawa Tengah Priyadi. ANTARA/ I.C.Senjaya

    Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Wilayah Jawa Tengah Priyadi. ANTARA/ I.C.Senjaya

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Wilayah Jawa Tengah Priyadi menyebutkan masih cukup banyak kamar kosong bagi para pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkoba di LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

    Priyadi di Semarang, menyatakan dukungannya kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah dalam memberantas penyalahgunaan narkoba.

    Bahkan, menurut dia, petugas Kemenkumham yang terbukti tersangkut dalam tindak pidana penyalahgunaan narkotika atau narkoba tidak menutup kemungkinan juga bisa menempati salah satu sel di pulau penjara itu. "Masih banyak kamar kosong. Pengedar, produsen, maupun petugas Kemenkumham sendiri," katanya Selasa 4 Agustus 2020.

    Di Nusakambangan, lanjut dia, terdapat lapas dengan super maximum security yang tiap kamarnya hanya dihuni satu narapidana.

    Ia menambahkan dari sekitar 11 ribu napi yang menghuni berbagai lapas di Jawa Tengah, sekitar setengahnya tersangkut kasus narkoba.

    "Ada sekitar 5.678 napi kasus narkotika yang menjalani hukuman di berbagai lapas saat ini," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.