Guru Besar Fisipol UGM Cornelis Lay Meninggal Dunia

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cornelis Lay memberikan sambutan saat dinobatkan menjadi Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM, Rabu, 6 Februari 2019. Syaifullah

    Cornelis Lay memberikan sambutan saat dinobatkan menjadi Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM, Rabu, 6 Februari 2019. Syaifullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Cornelis Lay, meninggal pada Rabu pagi ini, 5 Agustus 2020. Cornelis meninggal pada pukul 04.00 WIB di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta di usia 61 tahun.

    "Telah berpulang ke rumah Bapak di surga Prof. Dr. Cornelis Lay," demikian bunyi informasi yang beredar mengatasnamakan Sekretariat DPP Fisipol UGM.

    Kabar ini dibenarkan oleh Kepala Hubungan Masyarakat dan Protokol UGM Iva Ariani. Iva mengatakan sepengetahuannya Cornelis menderita penyakit jantung sedari lama. Namun ia belum mengaku belum tahu sejak kapan Cornelis dibawa ke RS Panti Rapih.

    "Belum dapat info lebih detail dari keluarga," ujar Iva melalui pesan singkat.

    Cornelis akan disemayamkan di rumah duka yang berada di kawasan Perumahan Cemara, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta. Pada pukul 12.00 WIB, jenazah akan dibawa ke UGM untuk disemayamkan di Balairung.

    Lalu pada pukul 14.00 WIB, jenazah Cornelis akan dibawa ke peristirahatan terakhirnya. Ia akan dikebumikan di makam UGM di Sawitsari, Sleman, Yogyakarta.

    Cornelis Lay lahir di Kupang, Nusa Tenggara Timur pada 6 September 1959. Ia meraih gelar sarjana Ilmu Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM pada 1987 dan gelar Master of Arts dari St. Mary's University, Halifax, Kanada pada 1992.

    Cornelis pernah menjabat sebagai Kepala Unit Penelitian Fisipol UGM dan Pembantu Dekan III Bidang Penelitian dan Kerja Sama pada 2008-2010. Sejak 2009, ia menjadi peneliti di Pusat Studi Asia Pasifik (PSAP).

    Ayah dua anak ini pun pernah menjadi peneliti tamu di sejumlah perguruan tinggi, seperti Flinders University, Australia; Agder College University, Kristiansand, Norwegia; Massachussets University, Amerika Serikat; dan KITLV, Belanda.

    Cornelis, yang juga mantan anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ini, merupakan pengagum Bung Karno. Pada 2000-2004, ia menjadi Kepala Biro Politik dan Pemerintahan Dalam Negeri Kantor Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri.

    Cornelis dikukuhkan menjadi Guru Besar UGM pada Februari 2019. Ketika itu, ia menyampaikan pidato yang berjudul Jalan Ketiga Peran Intelektual: Konvergensi Kekuasaan dan Kemanusiaan.

    Beberapa buku yang ditulis guru besar UGM ini di antaranya Melawan Negara: PDI 1973-1986, Involusi Politik: Esai-esai Transisi Indonesia, bersama Wawan Masudi menyunting buku The Politics of Welfare in Indonesia, dan lainnya.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.