2 Staf Sekretariat DPRD DKI Positif Covid-19, Satu Masih Dirawat

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Damkar menyemprot cairan disinfektan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu, 29 Juli 2020. Penyemprotan disinfektan dimulai dari pintu masuk, loby gedung dan dilanjutkan hingga lantai atas. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas Damkar menyemprot cairan disinfektan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu, 29 Juli 2020. Penyemprotan disinfektan dimulai dari pintu masuk, loby gedung dan dilanjutkan hingga lantai atas. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris DPRD DKI Jakarta, Hadameon Aritonang, mengatakan dua staf sekretariat dewan positif Covid-19. Seorang dinyatakan sembuh dan satunya lagi masih dalam perawatan.

    "Ada dua, sekarang yang sedang perawatan satu orang," kata dia saat dihubungi, Selasa malam, 4 Agustus 2020.

    Hadameon tak mengetahui sumber penularan dua orang tersebut. Menurut dia, satu staf masih menjalani isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta Pusat.

    Sebelumnya pada Juli 2020, staf sekretariat dewan mengikuti tes cepat alias rapid test. Beberapa di antaranya reaktif Covid-19, sehingga pemeriksaan berlanjut ke tes swab. Pada 14 Juli, Hadameon menyampaikan, seorang staf positif corona. Kini dia sembuh.

    "Dari sekretariat dulu yang dinyatakan positif sekarang sudah sembuh," ujarnya.

    Tak hanya staf sekretariat, tapi anggota DPRD juga positif. Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi mengatakan dewan yang tertular virus berasal dari fraksi PKS dan PAN. Gedung DPRD lantas kembali ditutup hingga Minggu, 9 Agustus 2020.

    "Penutupan karena masih dalam tahap sterilisasi gedung. Supaya aman dari ancaman penularan," ujar Prasetio.

    Perpanjangan penutupan Gedung DPRD itu tertuang dalam surat edaran untuk para pimpinan dan anggota DPRD DKI Jakarta bernomor 533/-1.772.11. Penutupan berlaku selama enam hari, sejak 3-9 Agustus.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.