Prihatin Ada Keris Dihancurkan, Fadli Zon: Banyak Orang Salah Paham

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto (ketiga kanan) bersama Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Pakar Keris Indonesia, Haryono Haryoguritno (ketiga kiri) mengamati aneka keris yang dipamerkan dalam Pameran Keris Nusantara di Gedung Nusantara, Jakarta, 20 Mei 2015. Pameran tersebut menampilkan beragam keris khas sejumlah daerah di milik anggota DPR. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto (ketiga kanan) bersama Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Pakar Keris Indonesia, Haryono Haryoguritno (ketiga kiri) mengamati aneka keris yang dipamerkan dalam Pameran Keris Nusantara di Gedung Nusantara, Jakarta, 20 Mei 2015. Pameran tersebut menampilkan beragam keris khas sejumlah daerah di milik anggota DPR. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Serikat Perkerisan Nasional Indonesia (SNKI) Fadli Zon mengaku prihatin ihwal adanya sekelompok orang yang menghancurkan keris

    "Saya prihatin kenapa orang tidak melihat keris ini sebagai benda budaya luar biasa yang diakui dunia," kata Fadli kepada Tempo, Selasa, 4 Agustus 2020.

    Dalam video yang beredar, terlihat beberapa orang menghancurkan sejumlah keris dengan pemotong besi. Belum diketahui di mana lokasi dan waktu kejadian tersebut.

    Fadli Zon menjadi Ketua SNKI sejak 2016. Mantan Wakil Ketua DPR ini juga dikenal sebagai kolektor keris. Adapun SNKI, kata Fadli, beranggotakan lebih dari 156 paguyuban keris.

    Fadli menilai aksi penghancuran keris itu terjadi karena banyak kesalahpahaman orang dalam memandang keris. Ia menduga hal ini disebabkan kurangnya informasi dan keterbatasan pengetahuan tentang keris.

    Fadli pun menjelaskan, keris adalah benda budaya yang sudah diakui oleh Unesco. Fadli mengatakan bahkan menetapkannya sebagai intangible heritage of hummanity. Banyak juga kolektor keris dari pelbagai negara.

    Menurut Fadli, pemaknaan terhadap keris bisa dimaknai dari berbagai sisi. Ada yang melihatnya sebagai benda budaya, ada pula yang memaknai dari sisi benda bertuah.

    "Itu tergantung orangnya masing-masing, tapi jangan kemudian kerisnya diperlakukan seperti itu. Masyarakat kita ini kan seringkali salah paham," ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini. 

    Fadli Zon mengakui ada praktik penggunaan keris dalam perdukunan yang dianggap menyimpang. Ia pun tak menampik ada orang-orang yang tertipu oleh praktik tersebut.

    Namun ia mengingatkan bukan keris yang harus disalahkan dan dihancurkan karena hal tersebut. Menurut Fadli, masyarakat yang harus membekali dirinya dengan pengetahuan ihwal keris. "Mungkin banyak juga orang yang mungkin tertipu, tapi bukan kerisnya, itu karena orangnya. Dia harus equip (melengkapi) diri dengan pengetahuan," ucap dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.