Selasa, 22 September 2020

Bareskrim Periksa Djoko Tjandra Sebagai Saksi Kasus Brigjen Prasetijo

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buronan Koruptor Djoko Tjandra saat serah terima tahanan dari Bareskrim ke Kejaksaan Agung di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat 31 Juli 2020. Kejaksaan Agung mengeksekusi buron hak tagih Bank Bali, Djoko akan langsung ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Salemba cabang Mabes Polri terkait kasus Bank Bali. Dalam perkara ini, Mahkamah Agung memvonis Djoko 2 tahun penjara. TEMPO/Subekti.

    Buronan Koruptor Djoko Tjandra saat serah terima tahanan dari Bareskrim ke Kejaksaan Agung di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat 31 Juli 2020. Kejaksaan Agung mengeksekusi buron hak tagih Bank Bali, Djoko akan langsung ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Salemba cabang Mabes Polri terkait kasus Bank Bali. Dalam perkara ini, Mahkamah Agung memvonis Djoko 2 tahun penjara. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Polri menyatakan telah memeriksa Djoko Tjandra pada 31 Juli lalu.

    "Sebagai saksi oleh penyidik terkait kasus surat palsu yang melibatkan BJP PU (Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo)," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi saat dikonfirmasi pada Selasa, 4 Agustus 2020.

    Dalam pemeriksaan tersebut, kata Awi, Djoko sudah menunjuk Otto Hasibuan sebagai kuasa hukum atas perkaranya di kepolisian. Hanya saja, penyidik belum menerima surat kuasa secara resmi.

    Alhasil, kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono, pemeriksaan terhadap Djoko belum diagendakan penyidik. "Masih menunggu pengacara yang akan ditunjuk. Semua kan harus ada hitam di atas putih, toh?" ujar Argo saat dihubungi pada Ahad, 2 Agustus 2020.

    Dalam perkara ini, Djoko diduga melobi Prasetijo, melalui kuasa hukumnya Anita Kolopaking, untuk menerbitkan surat jalan palsu.

    Surat jalan itu ia gunakan saat akan pergi ke Pontianak pada 18 Juni 2020. Prasetijo bahkan ikut menemani Djoko ke Pontianak.

    Selain itu, Djoko juga meminta Brigjen Prasetijo untuk memfasilitasi pembuatan surat bebas Covid-19. Buntut dari langkah Prasetijo, Kepala Kepolisian RI Jenderal Idham Azis kemudian mencopot Prasetijo dari jabatannya, yakni Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Polri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.