Tak Hanya Djoko Tjandra, PBNU Minta Polri Tangkap Buron Lain

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Djoko Tjandra (baju tahanan) saat akan diserahkan dari Tim Penyidik Bareskrim Mabes Polri ke Kejaksaan Agung, di Lobby Gedung Bareskrim, Jakarta Pusat, Jumat, 31 Juli 2020. Tempo/Egi Adyatama

    Djoko Tjandra (baju tahanan) saat akan diserahkan dari Tim Penyidik Bareskrim Mabes Polri ke Kejaksaan Agung, di Lobby Gedung Bareskrim, Jakarta Pusat, Jumat, 31 Juli 2020. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berharap Mabes Polri juga menangkap buron selain Djoko Tjandra.

    "Kali ini penegak hukum didorong political will Presiden Joko Widodo mampu menangkap Djoko yang telah menghilang selama 11 tahun," kata Ketua PBNU K.H. Marsudi Syuhud dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2020.

    Dengan keberhasilan itu dan dukungan political will Presiden Jokowi, Marsudi berharap penegakan hukum ke depan akan makin baik.

    "Keberhasilan ini didorong oleh political will Presiden Jokowi sehingga penegakan hukum akan lebih baik lagi," kata Marsudi.

    Marsudi juga mengapresiasi langkah pimpinan Polri yang menetapkan perwira tinggi kepolisian Brigjen Prasetijo Utomo sebagai tersangka. Prasetijo menjadi tersangka karena turut memuluskan pelarian Djoko dengan menerbitkan surat jalan.

    Selain itu, Kapolri Jenderal Idham Azis juga mencopot dia sebagai Kepala Biro Korwas PPNS Polri. Kapolri juga mencopot mantan Sekretaris NCB Interpol di Indonesia Brigjen Nugroho Wibowo dan mantan Kadiv Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.