Hasto PDIP: Wajar Partai Pemenang Pemilu Tempatkan Kader di Jabatan Strategis

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menghadiri dialog kebangsaan yang digelar oleh GMNI di Jakarta Senin, 22 Juli 2019. Tempo/Halida Bunga Fisandra

    Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menghadiri dialog kebangsaan yang digelar oleh GMNI di Jakarta Senin, 22 Juli 2019. Tempo/Halida Bunga Fisandra

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menyebut kader partainya paling sedikit mendapat jatah komisaris di BUMN

    "Dalam penempatan jabatan strategis sebagai komisaris misalnya, jumlah kader PDIP paling sedikit dibanding partai lain," ujar Hasto lewat keterangan tertulis, Senin, 3 Agustus 2020.

    Menurut Hasto, partai pemenang Pemilu perlu menempatkan kader-kadernya pada jabatan strategis sebagai bagian dari tugas partai untuk kaderisasi kepemimpinan.

    Tidak hanya di jajaran komisaris BUMN, melainkan di tingkat RT, RW, Desa, Kecamatan, Kabupaten Kota, Provinsi, hingga tingkat nasional dan bahkan internasional.

    "Partai yang menang Pemilu, di manapun tradisi demokrasi di seluruh dunia, maka partai menempatkan kader-kadernya pada jabatan strategis," ujar Hasto.

    Catatan Tempo, beberapa kader PDIP yang menjadi komisaris BUMN yakni; Arief Budimanta sebagai Komisaris di PT Bank Mandiri Tbk (Persero); Dwi Ria Latifa sebagai Komisaris PT Bank BRI (Persero); dan Basuki Tjahaja Purnama Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

    Kendati demikian, Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tetap menerima hal tersebut. "Keputusan otoritas Menteri kami terima, dan hal tersebut sebagai daya pemacu untuk terus tingkatkan kualitas kader," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?