Diduga Masih di Jabar, Polisi Kejar Bos Investasi Bodong Paket Kurban Cianjur

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolres Cianjur, Jawa Barat, Ajun Komisaris Besar Juang Andi Priyanto. ANTARA/Ahmad Fikri

    Kapolres Cianjur, Jawa Barat, Ajun Komisaris Besar Juang Andi Priyanto. ANTARA/Ahmad Fikri

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Khusus Polres Cianjur terus melacak keberadaan HA pengelola sekaligus direktur investasi bodong yang sudah melarikan diri sejak satu pekan terakhir. Pelaku mengiming-imingi para korbannya untuk investasi pakat kurban.

    "Saat ini Timsus sudah melacak keberadaan terlapor dan kemungkinan dalam watu dekat akan kita giring ke Mapolres Cianjur, untuk dimintai keterangan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya," kata Kapolres Cianjur, Ajun Komisaris Besar Juang Andi Priyanto di Cianjur Senin 3 Agustus 2020.

    Ia menjelaskan, setelah mendapat banyak laporan dari nasabah yang dirugikan berasal dari berbagai kabupaten di wilayah tiga Jawa Barat, pihaknya langsung membentuk tim khusus guna mendalami dan menyelidiki kasus yang merugikan nasabah hingga miliaran rupiah itu.

    Polres Cianjur telah memasang garis polisi di rumah mewah milik terlapor guna penyelidikan lebih lanjut dan sebagai upaya antisipasi hal yang tidak diinginkan karena jumlah nasabah yang mendatangi rumah tersebut setiap hari semakin bertambah.

    "Kami akan ungkap hingga tuntas kasus tersebut, terlapor akan segera kita hadirkan dan bawa ke Cianjur. Sedangkan untuk pelapor atau korban, kami persilahkan untuk melapor atau menghubungi posko khusus yang sudah didirikan di unit Satreskrim Polres Cianjur," katanya.

    Sementara hingga malam menjelang nasabah yang menjadi korban investasi bodong paket kurban dan barang elektronik serta kendaraan bermotor yang melapor ke Mapolres Cianjur, terus bertambah. Bahkan petugas mencatat untuk sementara kerugian yang diderita mencapai Rp3,6 miliar.

    Sebagian besar korban berasal dari Cianjur, Sukabumi dan Bogor. Mereka mengikuti investasi paket kurban dan sepeda motor melalui ketua kelompok di masing-masing kecamatan, dengan hanya iuran per bulan mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 59.000 setiap bulan selama 10 bulan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.