Selasa, 22 September 2020

Penulis Buku Sejarah Pandemi Yakin Covid-19 Bukan Konspirasi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan pekerja yang tergabung dalam Aliansi Karyawan Hiburan dan Pengusaha Hiburan berunjuk rasa di Balai Kota, Bandung, Senin, 3 Agustus 2020. Dalam aksinya mereka mendesak Pemerintah Kota Bandung untuk membuka kembali tempat hiburan malam seiring tatanan Adaptasi Kebiasaan Baru di tengah pandemi COVID-19. ANTARA/M Agung Rajasa

    Ratusan pekerja yang tergabung dalam Aliansi Karyawan Hiburan dan Pengusaha Hiburan berunjuk rasa di Balai Kota, Bandung, Senin, 3 Agustus 2020. Dalam aksinya mereka mendesak Pemerintah Kota Bandung untuk membuka kembali tempat hiburan malam seiring tatanan Adaptasi Kebiasaan Baru di tengah pandemi COVID-19. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Penulis buku sejarah pandemi, Arie Rukmantara, mengatakan pandemi Covid-19 bukanlah konspirasi. “Dari pandemi wabah mulai ditemukan di 1500-an, belum ada 1 organisasi atau 1 orang yang konsisten 100 tahun kerjanya menyebarkan pandemi,” kata Arie dalam diskusi BNPB di akun Youtube, Senin, 3 Agustus 2020.

    Arie mengatakan, agak sulit mencari orang yang konsisten dari 1700-2020 melakukan konspirasi menaruh virus di mana-mana di seluruh dunia. Sebab, arsip mengenai pandemi tidak menangkap adanya satu aktor atau kelompok. “Semuanya sporadis,” kata dia.

    Penyebaran pandemi yang seporadis, menurut Arie, terekam di buku-buku sejarah yang bukan tentang wabah. Misalnya, di buku biografi Profesor Slamet Iman Santoso turut menceritakan wabah flu mematikan di Jawa.

    Selain itu, Arie juga melakukan wawancara langsung ke Tana Toraja. Di sana ia bertemu dengan ketua adat yang bisa menceritakan mengenai pandemi. Ia juga menemukan adanya jasad-jasad berserakan di gua. “Menurut tetua adat, ini yang tidak sempat dikuburkan karena korban wabah,” katanya.

    Arie menuturkan pandemi juga muncul dengan rentang waktu tertentu. Paling tidak intervalnya antara 50 tahun sekali atau 11 tahun sekali muncul pandemi flu. Di Indonesia, misalnya, pandemi terjadi dalam interval 41 tahun, yaitu 1968-2009, dan 11 tahun kemudian pada 2020.

    Arie menyebutkan, pada 2014 ada pandemi ebola di Afrika, MERS CoV di Arab Saudi pada 2012. “Pandemi itu berulang. Ini yang agak sulit mencari orang yang konsisten dari 1700-2020 melakukan konspirasi,” ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.