Jokowi: 2 Minggu Ini Fokus Kampanye Pakai Masker, Libatkan Ibu-ibu PKK

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan  sambutan saat acara penyaluran dana bergulir untuk koperasi di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2020. Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyiapkan dana bergulir sebesar Rp 1 triliun untuk disalurkan kepada koperasi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional yang terdampak COVID-19. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool

    Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat acara penyaluran dana bergulir untuk koperasi di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2020. Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyiapkan dana bergulir sebesar Rp 1 triliun untuk disalurkan kepada koperasi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional yang terdampak COVID-19. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta jajarannya semakin masif menyosialisasikan protokol kesehatan guna menekan angka kasus positif Covid-19. Hingga Ahad, 2 Agustus 2020, angka kumulatif pasien positif Covid-19 di Indonesia mencapai 111.455 orang.

    "Saya ingin agar protokol kesehatan betul-betul menjadi perhatian kita. Saya ingin fokus saja dalam dua minggu ini, kita kampanye mengenai pakai masker. Nanti dua minggu berikut kampanye jaga jarak atau cuci tangan misalnya, tidak dicampur semua," ujar Jokowi saat membuka Rapat Terbatas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka, Jakarta pada Senin, 3 Agustus 2020.

    Menurut Jokowi, kampanye protokol kesehatan yang dilakukan bersamaan selama ini, kurang efektif di kalangan masyarakat menengah ke bawah. "Kalau kalangan menengah ke atas mungkin bisa menangkap dengan cepat, tapi yang di bawah ini menurut saya memerlukan sosialisasi satu per satu," ujar Jokowi.

    Jokowi ingin organisasi kemasyarakatan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga atau PKK dilibatkan dalam proses sosialisasi ini. "Kalau ibu-ibu siap, saya pikir PKK sangat efektif door to door untuk urusan sosialisasi pakai masker," ujar Jokowi.

    Perubahan perilaku ini, kata Jokowi, harus benar-benar tersosialisasi secara masif. "Benar-benar harus kita lakukan dengan komunikasi mungkin di tv, di media sosial, secara masif selama dua minggu ini dengan cara-cara yang berbeda," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.