Jalani Tes Kesehatan, Hasil Rapid Test Djoko Tjandra Negatif

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Buronan Koruptor Djoko Tjandra saat serah terima tahanan dari Bareskrim ke Kejaksaan Agung di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat 31 Juli 2020. Kejaksaan Agung mengeksekusi buron hak tagih Bank Bali, Djoko akan langsung ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Salemba cabang Mabes Polri terkait kasus Bank Bali. Dalam perkara ini, Mahkamah Agung memvonis Djoko 2 tahun penjara. TEMPO/Subekti.

    Buronan Koruptor Djoko Tjandra saat serah terima tahanan dari Bareskrim ke Kejaksaan Agung di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat 31 Juli 2020. Kejaksaan Agung mengeksekusi buron hak tagih Bank Bali, Djoko akan langsung ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Salemba cabang Mabes Polri terkait kasus Bank Bali. Dalam perkara ini, Mahkamah Agung memvonis Djoko 2 tahun penjara. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI menyatakan hasil rapid test milik Djoko Tjandra adalah non-reaktif. “Rapid test hasilnya negatif (Covid-19),” ujar Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono saat dihubungi pada Ahad, 2 Agustus 2020.

    Sementara itu, untuk hasil tes swab terhadap Djoko Tjandra belum keluar. Argo belum mengetahui kapan hasil swab test tersebut akan keluar. “Tanya dulu ke pihak terkait,” ucap Argo.

    Mabes Polri menangkap buron Bank Bali ini pada Kamis, 30 Juli 2020. Djoko diciduk di Kuala Lumpur, Malaysia, sebelum akhirnya dibawa dan ditahan sementara di Rumah Tahanan Salemba cabang Badan Reserse Kriminal Polri.

    Sebelum ditangkap kepolisian, Djoko Tjandra melalui pengacaranya, Anita Kolopaking, mengaku sakit sehingga absen dalam seluruh agenda sidang Peninjauan Kembali (PK) pada Juni lalu.

    Djoko Tjandra sempat meminta agar sidang digelar secara virtual. Namun permohonan itu ditolak oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan lantaran ia sudah empat kali mangkir dan berdalih sakit.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.