Gubernur Kepri dan Staf Positif Covid-19, Pemprov Berlakukan WFH 14 Hari

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Daerah Kepri Tengku Said Arif Fadillah. ANTARA/Nikolas Panama

    Sekretaris Daerah Kepri Tengku Said Arif Fadillah. ANTARA/Nikolas Panama

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kembali memberlakukan kerja dari rumah atau WFH bagi pegawai selama 14 hari setelah Gubernur Kepri Isdianto dan belasan staf dinyatakan positif COVID-19.

    Sekretaris Daerah Kepulauan Riau Tengku Said Arif Fadillah di Tanjungpinang, Minggu mengatakan kebijakan kerja dari rumah itu diberlakukan untuk mencegah penularan COVID-19.

    Meski demikian, aktivitas pemerintahan tetap harus berjalan sehingga sebanyak 25 persen ASN dan honorer tetap bekerja di kantor secara bergantian. "Aktivitas di dinas, biro, badan, dan unit pelayanan dikurangi sampai kondisi kembali normal," kata pejabat yang juga Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kepri itu.

    Arif mengemukakan untuk kepala dinas, biro dan kepala badan masih menunggu hasil pemeriksaan swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam.

    Bila hasil pemeriksaan swab positif, maka pejabat Eselon II tersebut harus dirawat atau dikarantina hingga sembuh. Sebaliknya, pejabat Eselon II yang hasilnya negatif, dapat bekerja, namun dengan menerapkan protokol kesehatan.

    "Kami masih menunggu hasil pemeriksaan swab terhadap pejabat dan staf, tokoh masyarakat serta berbagai elemen masyarakat yang mengikuti kegiatan gubernur mulai Minggu hingga Kamis," ucapnya.

    Arif mengatakan dirinya sudah diperiksa, dan hasilnya negatif, namun ia tetap mengurangi interaksi saat menjalani tugas. "Untuk hal-hal penting harus berinteraksi, namun tetap pakai masker dan jaga jarak," tuturnya.

    Petugas juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh ruangan kantor pemerintahan untuk membunuh virus Covid-19.

    "Mudah-mudahan persoalan ini segera berakhir, dan kita dapat bekerja normal dengan menaati protokol kesehatan," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penjelasan Bamsoet Terkait Aturan Kepemilikan Senjata Api 9mm

    Bamsoet meluruskan pernyataan terkait usul agar Polri memperbolehkan masyarakat memiliki senjata api 9mm untuk membela diri. Mengacu pada aturan.