Tinjau Grand Smesco Hills, Menkop dan UKM Fokus Pelatihan Bisnis

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kementerian Koperasi dan UKM meninjau Grand Smesco Hills di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat.

    Kementerian Koperasi dan UKM meninjau Grand Smesco Hills di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat.

    INFO NASIONAL-Kementerian Koperasi dan UKM memiliki aset Grand Smesco Hills dengan luas 12 hektar, yang berada di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat. Namun kini, penggunaannya dinilai kurang maksimal. Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menegaskan, akan melakukan pembenahan manajemen Grand Smesco Hills, untuk dijadikan tempat pelatihan model bisnis.

    “Manajemen mau kita benahi. Saya memiliki ide-ide, untuk dikembangkan menjadi tempat pelatihan desain model bisnis, yang bisa menghidupi masyarakat sekitar,” kata MenKopUKM Teten Masduki usai meninjau Grand Smesco Hills, di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 30 Juli 2020.

    Hadir mendampingi staf khusus MenkopUKM Riza Damanik, staf khusus MenKopUKM Fiki Satari dan Dirut Smesco Indonesia Leonard Theosabrata.

    Menurut Teten, KemenKopUKM ingin memanfaatkan potensi daerah setempat, yaitu pertanian sayuran, buah-buahan dan pariwisata. Untuk itu, pihaknya mengundang pengelola wisata, agar bersinergi dalam bekerjasama memanfaatkan potensi daerah dan UMKM bergerak.

    “Kita sudah analisis, bahwa pertanian di sini tidak mengambil keuntungan. Kita lagi mencoba mensinergikan dengan pariwisata,” katanya, menambahkan.

    Menteri Teten yang baru pertama kali mengunjungi Grand Smesco Hills tersebut sangat menyayangkan dengan belum optimalnya pemanfaatan area 12 hektar itu. Ia menargetkan, Oktober 2020 harus sudah ada konsep pengembangan pusat pelatihan.

    “Sebelumnya belum dimanfaatkan optimal. Betul lihat saja mangkrak begini. Sayang, biaya perawatan mahal. Ini dicoba dioptimumkan paling tidak untuk menutup cost dan mendesain konsep baru UMKM. Karena KemenKopUKM masuk ke semua sektor. Kita lebih ke pengembangan model bisnisnya. Rencanaya Oktober harus ada konsep model bisnis pengembangan pusat latihan,” ujarnya.

    Sementara itu, Dirut Smesco Indonesia, Leonard Theosabrata mengatakan, pihaknya akan mengembangkan Grand Smesco Hills sebagai pusat pendidikan dan latihan (pusdiklat) Loka Hejo yang akan digelar setiap triwulan dan meliputi tiga aspek, yaitu lokatani, lokasaji dan lokaseni. Hal tersebut menurut Leo, dilakukan untuk memaksimalkan penggunaan aset KemenKopUKM.

    “Ini untuk reaktivasi dan penggunaan maksimal asset. Kita ingin membuat pelatihan yang kita namakan loka hejo. Acara ini triwulan yang meliputi 3 aspek, yaitu lokatani, lokasaji dan lokaseni. Masing-masing akan fokus terhadap bidangnya,” katanya.

    Leo menjelaskan, program tersebut dijalankan dengan harapan, dapat menjadi fasilitator untuk menghadirkan fasilitas maupun program berkelanjutan. Targetnya, kata Leo, ke depan produsen dan konsumen akan bertemu untuk menggerakkan perekonomian rakyat.

    “Kita harapkan kita bisa menjadi fasilitator yang baik dengan menghadirkan semua fasilitas dan program yang berkelanjutan. Targetnya ke depan offtaker yang bisa ketemu petani penggarap yang suplaynya juga kecil, sehingga mereka tidak terjebak di mata rantai yang membuat mereka sengsara,” tambahnya.

    Ia menegaskan, Smesco Indonesia berkomitmen untuk menciptakan UMKM baru dan berkoperasi.  Dimana, mereka harus melalui proses dari awal, membuat produk, memasarkan dan akhirnya bisa menjadi pengusaha sukses.

    “Semuanya ujung-ujungnya menciptakan UMKM baru, yang sesuai dengan tupoksi KemenKopUKM. Nantinya kita pun akan ajak mereka untuk berkoperasi. Cuma di awalnya harus mulai dari awal dulu. Dari edukasi dulu, lama kelamaan baru kita ajarkan cara berproses, membuat produk, pemasaran bagaimana. Sampai menjadi pengusaha kecil, yang kita harapkan menjadi usaha menengah,” ujar Leo.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Inpres Jokowi Mencampur Militer dengan Sipil dalam Penerapan Protokol Kesehatan

    Melalui Inpres Nomor 6 Tahun 2020, Jokowi menginstruksikan Panglima TNI dan Kapolri untuk membantu penerapan protokol kesehatan menghadapi Covid-19.