Mahfud Md Sebut Operasi Senyap Djoko Tjandra Sudah Berjalan 10 Hari

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Polhukam Mahfud MD menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Menko, Menteri, aparat penegak hukum, dan sejumlah lembaga pengawas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 29 Juni 2020. Foto: Humas Menko Polhukam

    Menko Polhukam Mahfud MD menggelar rapat koordinasi bersama jajaran Menko, Menteri, aparat penegak hukum, dan sejumlah lembaga pengawas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 29 Juni 2020. Foto: Humas Menko Polhukam

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md mengatakan operasi penangkapan buronan kelas kakap, Djoko Tjandra, sebenarnya sudah dimulai sejak 20 Juli 2020. Saat itu, Mahfud menggelar rapat khusus terkait operasi penangkapan buronan kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali itu.

    "Polri, Kejagung, Kemenkumham, Kemendagri, Menlu, saya undang semua untuk merencanakan satu apa namanya semacam operasi," kata Mahfud dalam keterangannya, Kamis, 30 Juli 2020.

    Rapat itu digelar pukul 17.30 WIB. Namun sebelum rapat dimulai, Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo datang menemui Mahfud pada pukul 11.30 WIB di kantornya.

    Dalam kesempatan itu, menurut Mahfud, Listyo mengatakan operasi sudah disiapkan Polri. Namun tak seperti kebanyakan saran dari berbagai lembaga untuk Government to Government (G to G) dengan Pemerintah Malaysia, Polri meminta pendekatan secara police to police.

    "Pak Listyo Sigit meyakinkan kami tidak udah G to G, cukup B to B, polisi to polisi. Jadi polisi ke polisi, kami akan melakukan operasi mulai nanti malam kata Pak Sigit tanggal 20 itu," kata Mahfud.

    Karena itu, Mahfud Md mengatakan, sebenarnya operasi penangkapan Djoko Tjandra sudah dimulai sejak 20 Juli 2020. Pada akhirnya, Djoko Tjandra tertangkap 10 hari kemudian atau 30 Juli 2020 di Malaysia. Kamis malam, Djoko telah tiba di Indonesia setelah dijemput oleh Tim Bareskrim dari Malaysia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.