Jumlah Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Satgas Minta Warga Tak Mudik Idul Adha

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang menunggu keberangkatan bus di ruang tunggu Terminal Pulo Gebang menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah, Jakarta, Rabu, 29 Juli 2020. Arus mudik Idul Adha di terminal ini masih terasa di tengah pandemi. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Sejumlah penumpang menunggu keberangkatan bus di ruang tunggu Terminal Pulo Gebang menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah, Jakarta, Rabu, 29 Juli 2020. Arus mudik Idul Adha di terminal ini masih terasa di tengah pandemi. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengimbau agar masyarakat tidak mudik di Hari Raya Idul Adha di tengah pandemi seperti sekarang. Apalagi saat ini, data menunjukkan tren penularan virus tersebut masih tinggi.

    "Mudik agar dipertimbangkan apabila tidak terlalu perlu, karena penyumbang positif Covid-19 terbesar adalah dari daerah asal dan tujuan mudik," kata Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito di Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020.

    Sampai hari ini, jumlah kasus positif di Indonesia mencapai angka 106.336 kasus. Adapun untuk pasien sembuh sebanyak 64.292 orang dan pasien meninggal sebanyak 5.058 orang.

    Berdasarkan data tersebut, kata Wiku, seharusnya setiap pihak untuk dapat melindungi keluarga dan lingkungan sekitarnya agar tidak terpapar Covid-19, terutama kalangan rentan dalam momentum Idul Adha tahun ini. "Kasus positif dikontribusikan oleh masyarakat dengan usia 31-45 tahun sebesar 31,3 persen dari total seluruh penderita. Kontribusi positif Covid-19 dari golongan ini," ujarnya.

    Sementara kasus meninggal tertinggi akibat Covid-19 berasal dari golongan penderita dengan usia lebih dari 45 tahun dan tingkat kematiannya 78 persen. "Ini adalah jumlah yang sangat tinggai dari usia rentan yang meninggal. Hal ini menunjukkan kita agar berhati-hati, masyarakat muda yang tingkat potensi positif tinggi sementara yang usia di atas 45 berpotensi meninggal karena Covid-19," kata Wiku.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Upaya Bunuh Diri

    Bunuh diri tak mengenal gender. Perempuan lebih banyak melakukan upaya bunuh diri. Tapi, lebih banyak laki-laki yang tewas dibanding perempuan.