PBNU Imbau Warga di Zona Merah Salat Idul Adha di Rumah

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memasang tanda batas shaf persiapan salat Idul Adha di Mesjid Cut Meutia, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020. Mesjid Cut Meutia akan menggelar solat Idul Adha esok hari dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas memasang tanda batas shaf persiapan salat Idul Adha di Mesjid Cut Meutia, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020. Mesjid Cut Meutia akan menggelar solat Idul Adha esok hari dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas mengimbau warga Nahdliyyin yang tempat tinggalnya masuk zona merah penyebaran Covid-19 agar tidak melaksanakan salat Idul Adha di masjid. Ia menyarankan melakukannya di rumah bersama keluarga.

    "Mendahulukan memenuhi perintah agama untuk menjaga kesehatan adalah lebih utama," kata Robikin dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 Juli 2020.

    Imbauan yang sama ia sampaikan kepada masyarakat NU yang dalam kondisi sakit, berusia lanjut dan memiliki penyakit bawaan. Sebab, mereka lebih rentan tertular Covid-19.

    "Memilih menghindarkan diri dari potensi mafsadat dengan melaksanakan salat Idul Adha di rumah akan lebih baik," kata Robikin.

    Adapun bagi yang berada di zona hijau dari penyebaran Covid-19, PBNU meminta pelaksanaan salat Idul Adha tetap menerapkan protokol kesehatan. Di tempat ini, kata dia, salat bisa dilaksanakan di tempat lazimnya seperti masjid, surau, gedung perkantoran atau tanah lapang.

    "Meskipun demikian tetap harus mengenakan masker, jaga jarak, sesuai protokol kesehatan. Diharapkan juga membawa alas salat sendiri berupa sajadah dan sejenisnya," kata Robikin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Ditahan, Diduga Terima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra

    Kejaksaan Agung menetapkan Jaksa Pinangki sebagai tersangka dalam perkara dugaan gratifikasi. Ia dikabarkan menerima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra.