Jokowi dan Ma'ruf Amin Serahkan Sapi Kurban ke Masjid Istiqlal

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peternak memandikan sapi yang dibeli Presiden Joko Widodo untuk kurban Idul Adha di Ciledug, Tangerang, Banten, Rabu, 29 Juli 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Peternak memandikan sapi yang dibeli Presiden Joko Widodo untuk kurban Idul Adha di Ciledug, Tangerang, Banten, Rabu, 29 Juli 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Agama menerima sapi kurban Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin untuk diserahkan ke Badan Pengelola Masjid Istiqlal.

    “Kita tahu kurban adalah kewajiban bagi mereka yang berkemampuan. Alhamdulillah Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden tidak pernah lupa, ini selalu memberikan kurban,” kata Menteri Agama Fachrul Razi dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 30 Juli 2020.

    Hewan kurban Presiden yang diserahkan di Masjid Istiqlal adalah sapi berjenis peranakan ongole. Sapi ini berasal dari Tulang Bawang, Lampung, dan memiliki bobot 1.088 kilogram. Selain di Masjid Istiqlal, Jokowi juga berkurban di banyak tempat. Sedangkan Ma’ruf Amin menyerahkan sapi limoushin seberat 938 kilogram.

    Menurut Fachrul, pada hari raya Idul Adha, hewan kurban disembelih dan dibagikan dagingnya kepada yang berhak. Daging kurban biasanya sebagian diambil bagi yang berkurban, sebagian kepada tetangga dan teman, sebagian lagi disalurkan kepada fakir miskin.

    Namun, dalam situasi pandemi Covid-19, Fachrul mengatakan bahwa pelaksanaan penyembelihan hewan kurban ini agar memberikan porsi lebih besar bagi fakir miskin dan masyarakat terdampak.

    “Hendaknya sebanyak-banyaknya diberikan kepada fakir miskin atau pada mereka yang terdampak,” ujarnya.

    Dalam kesempatan itu, Fahcrul juga menyerahkan hewan kurban berupa sapi limoushin seberat 800 kilogram yang diterima Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.