Pemerintah Catat Ada 459 Kasus Positif Covid-19 di 90 Perkantoran di Jakarta

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah dalam tangkapan layar akun Youtube BNPB Indonesia saat menayangkan bincang-bincang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diikuti di Jakarta, Senin, 15 Juni 2020. Kredit: ANTARA/Dewanto Samodro

    Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah dalam tangkapan layar akun Youtube BNPB Indonesia saat menayangkan bincang-bincang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diikuti di Jakarta, Senin, 15 Juni 2020. Kredit: ANTARA/Dewanto Samodro

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat ada 459 kasus pada 90 klaster perkantoran di DKI Jakarta pada pemutakhiran data per 28 Juli 2020.

    "Rincian klaster tersebut sebagai berikut, kementerian 20 klaster dengan 139 kasus, badan atau lembaga 10 klaster 25 kasus, kantor pemerintah DKI Jakarta 34 klaster 141 kasus, Kantor Polri 1 klaster 4 kasus, BUMN 8 klaster 35 kasus dan swasta 14 klaster 92 kasus," ujar Anggota Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah, melalui keterangan tertulis pada Kamis, 30 Juli 2020.

    Menyikapi situasi tersebut, kata Dewi, masyarakat perlu menerapkan protokol Kesehatan dengan serius. Peningkatan kasus pada klaster perkantoran perlu diwaspadai karena berpotensi memberikan dampak secara luas, seperti di lingkungan keluarga atau saudara di rumah.

    Satgas Nasional pun merekomendasikan 14 langkah untuk mencegah maupun memutus rantai penularan Covid di ruang publik, yakni:

    1. Jika bisa melakukan bekerja di rumah atau work from home (WFH), lakukan WFH.
    2. Jika harus bekerja di kantor, pastikan kapasitas ruang kerja terisi 50 persen (atur waktu giliran masuk kantor)
    3. Lakukan giliran kedatangan di kantor dengan jeda waktu satu setengah hingga dua jam.
    4. Lakukan makan siang dengan memperhatikan kapasitas kantin yang tersedia
    5. Pastikan sirkulasi udara di ruang kerja berjalan lancar.
    6. Pastikan kantor menerapkan protokol Kesehatan dan menyediakan fasilitas penunjang implementasi protokol Kesehatan
    7. Berikan tugas kepada unit K3 - kesehatan keselamatan kerja sebagai tim pengawas
    8. Setiap lantai ada tim pengawas apabila memungkinkan.
    9. Pelayanan Kesehatan standar dan pemeriksaan secara berkala
    10. Jika ada kasus positif, wajib melakukan contact tracing dengan baik.
    11. Tingkatkan kewaspadaan saat naik kendaraan umum menuju dan pulang kantor.
    12. Sesampai di rumah, segera mandi dan berganti pakaian.
    13. Pemerintah daerah harus melakukan pemantauan dan evaluasi di setiap sektor
    14. Kantor harus transparan dalam penyampaian kondisi lingkungan kerja kantor.

    Berdasarkan analisis data klaster DKI Jakarta pada periode 4 Juni hingga 26 Juli 2020, klaster perkantoran menyumbang 3,6 persen dari total klaster di berbagai sektor.

    Menurut Dewi, selain klaster perkantoran, beberapa klaster di DKI Jakarta teridentifikasi seperti klaster rumah sakit, komunitas, ABK dan pasar. Pemerintah DKI Jakarta bekerja keras untuk melakukan berbagai upaya penanggulangan dan pencegahan COVID-19 di tengah masyarakat. Pemerintah setempat aktif melakukan tes dan penyelidikan epidemiologi dengan pencarian kasus secara aktif dan contact tracing.

    “Protokol kesehatan harus tetap diterapkan, jangan sampai lengah dan menjadi tidak waspada terhadap penularan COVID-19,” kata Dewi.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.