Ini Alasan Kejagung Hentikan Pemeriksaan Kajari Jaksel Terkait Joko Tjandra

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono di kantornya, Jakarta Selatan, pada Rabu, 15 Januari 2020. TEMPO/Andita Rahma

    Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono di kantornya, Jakarta Selatan, pada Rabu, 15 Januari 2020. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung tak menemukan bukti jika Anita Dewi Anggraeni Kolopaking, pengacara Joko Tjandra, melobi Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Anang Supriatna.

    "Tidak ditemukan adanya bukti permulaan terjadinya pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, sehingga pemeriksaannya dihentikan," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Hari Setiyono saat dikonfirmasi pada Kamis, 30 Juli 2020.

    Kendati demikian, Hari membenarkan pertemuan tersebut. Hanya saja, Anang dan Anita, membicarakan ihwal seorang jaksa yang meninggal akibat Covid-19.

    Hari mengatakan, pertemuan itu terjadi lantaran Anang menerima tamu yang merupakan seniornya di kejaksaan. Senior itu bernama Zaenuddin yang merupakan mantan Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

    "Beliau (Zaenuddin) mantan Kasi Intel Jaksel, punya istri namanya Fahriani Suyuti, mau silaturahim. Saat itu Anita Kolopaking ikut bersama tanpa diketahui Kajari Jaksel," kata Hari. Alhasil, menurut dia, Anang baru saat itu berkenalan dengan Anita Kolopaking.

    Sebagaimana diketahui, pertemuan antara Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Anang Supriatna, dengan tim kuasa hukum buron Bank Bali itu terekam dalam video yang beredar luas.

    Kejaksaan Agung pun langsung melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang, yakni Kajari Jaksel, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Kepala Seksi Intelijen, salah satu jaksa senior Kejagung, salah seorang petugas piket, Aspidsus dan Asintel Kejati DKI Jakarta, atasan langsung jaksa perempuan yang bertemu Anita, dan Anita sendiri.

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.