2 Kantor Diteror Bom Molotov, PDIP Minta Kader Rapatkan Barisan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat menghadiri acara ulang tahun ke-22 Partai Bulan Bintang di Jakarta Selatan, Sabtu petang, 18 Juli 2020. Foto: Istimewa.

    Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat menghadiri acara ulang tahun ke-22 Partai Bulan Bintang di Jakarta Selatan, Sabtu petang, 18 Juli 2020. Foto: Istimewa.

    TEMPO.CO, Jakarta - PDIP mengecam keras aksi pelemparan tiga bom molotov di sekretariat Pengurus Anak Cabang (PAC) Megamendung dan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Meski begitu, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto meminta para kader tetap tenang dan merapatkan barisan.

    "PDI Perjuangan menginstruksikan seluruh simpatisan, anggota, dan kader partai untuk tetap tenang, terus rapatkan barisan dan memegang teguh Satyam Eva Jayate, bahwa kebenaranlah yang akan menang," kata Hasto dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis, 30 Juli 2020.

    Hasto menilai serangan teror ke kantor PDIP adalah tindakan pengecut dan memiliki motif ideologi. Ia juga menyebut pelemparan bom molotov ke kantor partainya itu sebagai serangan terhadap demokrasi, kemanusiaan, dan tatanan kehidupan masyarakat yang mendambakan hidup tenteran.

    Namun kata Hasto, PDIP adalah partai yang memegang teguh Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, NKRI, dan kebhinekaan Indonesia. Menurut dia, aksi teror itu tak akan menyurutkan semangat juang PDIP.

    "Terlebih atas penghormatan masyarakat Indonesia yang menempatkan PDI Perjuangan sebagai partai Nasionalis Soekarnois. PDI Perjuangan partai grass root, tidak kenal mundur dan takut," ucap dia.

    Hasto juga mengatakan tindakan teror tak boleh dibiarkan terjadi. Ia berujar, siapa pun yang mengganggu ketenteraman masyarakat harus ditindak.

    "Hukum tidak boleh kalah dengan berbagai bentuk aksi teror yang antiketuhanan dan antikemanusiaan tersebut," kata Hasto.

    Dalam dua hari, dua rumah kader yang juga menjadi sekretariat PAC di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dilempari bom molotov. Pertama adalah rumah kader PDIP Rosenfield Panjaitan yang merangkap kantor sekretariat PAC PDIP Megamendung. Penyerangan pertama terjadi pada 28 Juli pukul 02.37 WIB.

    Adapun serangan kedua terjadi di rumah Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, Muad Khalim yang juga menjadi kantor sekretariat PAC PDIP Bogor. Serangan kedua ini terjadi pada 29 Juli sekitar pukul 02.00 WIB.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memiliki Tas Mewah

    Memilik tas mewah merupakan impian sebagian orang. Namun ada hal yang harus anda perhatikan ketika memiliki dan merawat tas mahal tersebut.