Satgas Penanganan Covid-19 Soroti Kesalahan Penggunaan Masker

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah dalam tangkapan layar akun Youtube BNPB Indonesia saat menayangkan bincang-bincang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diikuti di Jakarta, Senin, 15 Juni 2020. Kredit: ANTARA/Dewanto Samodro

    Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah dalam tangkapan layar akun Youtube BNPB Indonesia saat menayangkan bincang-bincang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang diikuti di Jakarta, Senin, 15 Juni 2020. Kredit: ANTARA/Dewanto Samodro

    TEMPO.CO, JakartaSatgas Penanganan COVID-19 mengingatkan semua pihak terutama umat Muslim yang akan menyembelih hewan kurban pada saat Hari Raya Idul Adha agar betul-betul menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan COVID-19. Salah satu yang menjadi perhatian adalah masih banyaknya penggunaan masker yang salah.

    Sebagai contoh penggunaan masker tidak boleh setengah-setengah. Hal ini tentunya tidak efektif dalam mencegah penyebaran Covid-19 terutama saat Idul Adha dimana banyak warga akan berkumpul. "Masih banyak masyarakat yang memakai masker namun tidak menutupi hidung," kata Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah di Jakarta, Rabu 29 Juli 2020.

    Selain itu, apabila ingin menyentuh area wajah terutama hidung, mata dan telinga maka harus dipastikan tangan dalam keadaan bersih atau steril. Jika tidak sempat secara terus menerus mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, maka hal itu dapat diganti dengan memakai hand sanitizer atau cairan pembersih tangan.

    Ia berharap nantinya protokol kesehatan untuk Idul Adha diterapkan. Pertama, ujar Dr Dewi, pelaksanaan Idul Adha terutama saat masyarakat atau pengurus masjid menyembelih hewan kurban diminta tidak ada kerumunan massa.

    Kemudian yang kedua ialah terkait pendistribusian daging kurban. Pada tahapan ini petugas masjid diminta secara langsung mengantarkan kepada penerima. Artinya, masyarakat diharapkan tidak berbondong-bondong ke masjid untuk mengambil daging kurban. "Jadi tidak perlu semua orang datang ke sana dan menimbulkan kerumunan," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.