Staf Positif Covid-19, Kantor Komnas HAM Tutup Selama Sepekan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisioner Pendidikan & Penyuluhan Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (kedua kiri) menerima pengaduan dari perwakilan Forum Lintas Paguyuban se Papua di Jakarta, Jumat, 11 Oktober 2019. Perwakilan Forum Lintas Paguyuban se Papua yang juga menjadi korban kerusuhan di Wamena mendesak Komnas HAM untuk turun tangan menyelesaikan kerusuhan yang terjadi di Wamena beberapa waktu yang lalu.  ANTARA

    Komisioner Pendidikan & Penyuluhan Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (kedua kiri) menerima pengaduan dari perwakilan Forum Lintas Paguyuban se Papua di Jakarta, Jumat, 11 Oktober 2019. Perwakilan Forum Lintas Paguyuban se Papua yang juga menjadi korban kerusuhan di Wamena mendesak Komnas HAM untuk turun tangan menyelesaikan kerusuhan yang terjadi di Wamena beberapa waktu yang lalu. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menyatakan kantor Komnas HAM akan ditutup selama seminggu ke depan mulai Rabu, 29 Juli 2020. Hal ini setelah salah satu staf kantornya terkonfirmasi positif COVID-19.

    “Staf yang bersangkutan adalah dari bagian layanan pengaduan, mengeluhkan ada gejala klinis seperti penderita COVID. Kebetulan dia selama beberapa waktu terakhir ini menemani ibunya yang sedang dirawat di RS,” kata Beka lewat sambungan telepon dengan Tempo, Rabu 29 Juli 2020.

    Ia menambahkan bahwa ibu dari staf tersebut sedang dirawat di rumah sakit selama 3 minggu terakhir karena menderita stroke, bukan corona. Meski begitu, Beka menduga penularan berasal dari lingkungan rumah sakit tersebut. Gejala yang diderita stafnya adalah demam, kehilangan kemampuan membau dan merasa. Sejauh ini tercatat baru satu orang tersebut yang dikonfirmasi positif corona.

    Beka mempaparkan kantornya sudah melakukan tracing sejak awal bulan untuk mendata siapa saja yang pernah berkontak langsung dengan yang bersangkutan. Kantornya saat ini menerapkan rapid test bagi seluruh stafnya tanpa terkecuali, juga PCR test untuk mereka yang dikonfirmasi berkontak. Rapid test untuk semuanya adalah upaya penapisan, nantinya jika ada yang reaktif mereka juga akan melakukan PCR test. Seluruh biaya tes COVID-19 tersebut, menurutnya, ditanggung Komnas HAM.

    Ia menyatakan bahwa kantor Komnas HAM memang dibuka sejak setelah Lebaran. Kantor menaati protokol kesehatan pemerintah seperti pembagian shift bagi yang masuk dan pilihan work from home bagi mereka yang memiliki resiko tinggi seperti punya penyakit bawaan, masuk kantor dengan kendaraan umum, dan lain sebagainya. Upaya-upaya seperti pembersihan kantor dengan desinfektan dan penyegaran sirkulasi udara juga terus dilakukan, menurutnya.

    Mengenai masa penutupan kantor, Beka mengatakan pihaknya akan terus mengevaluasi selama seminggu ke depan lewat hasil tes swab dan rapid test seluruh penghuni kantor. “Setelah seminggu ke depan kita akan evaluasi, apakah memang diperlukan untuk memperpanjang penutupan kantor, atau kemudian pakai strategi lain,” kata Beka.

    WINTANG WARASTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Memiliki Tas Mewah

    Memilik tas mewah merupakan impian sebagian orang. Namun ada hal yang harus anda perhatikan ketika memiliki dan merawat tas mahal tersebut.