Pemotongan Hewan Kurban, Airin Minta Petugas Pakai APD

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. Antaranews.com

    Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. Antaranews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengimbau petugas pemotongan hewan kurban untuk selalu menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sarung tangan dan masker saat kegiatan penyembelihan dan pembagian daging.

    "Imbauan ini dilakukan dalam rangka pencegahan kluster penularan COVID-19 baru di Kota Tangerang Selatan, sebab COVID-19 masih menjadi PR bagi kita semua,” kata Wali kota Airin dalam acara pembagian APD terhadap masjid melalui camat bertempat di Masjid Al I'tishom, balaikota, Ciputat, Selasa 28 Juli 2020.

    Selain itu, dirinya juga meminta kepada panitia Pemotongan Hewan Kurban untuk memberikan daging kurban ke rumah penerima dalam menghindari warga berkumpul di masjid.

    "Saya meminta kepada panitia kurban, untuk tidak membagikan daging dilokasi, melainkan datang ke rumah, jika ada keramaian tolong diingatkan untuk tidak berkumpul, agar terhindar dari penyebaran COVID-19," ungkapnya.

    Airin memastikan jika dalam proses pemotongan dan penyembelihan hewan kurban akan difasilitasi oleh pemerintah. Saat ini APD sedang dalam proses distribusi. Jadi panitia tidak perlu khawatir untuk perlengkapannya. Kepada masyarakat, Airin juga meminta kontribusinya seperti kesadaran pencegahan sejak dini dengan cara menjaga jarak dan menggunakan masker.

    ”Jadi sekali lagi, bapak ibu punya tanggung jawab untuk menyebarkan informasi ini. Untuk tidak mengadakan kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat dalam satu tempat. Lalu memastikan, bahwa kegiatan ini diikuti dengan memenuhi protokol kesehatan,” kata Airin Rachmi Diany.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.