MUI Minta Masyarakat di Daerah Risiko Tinggi Salat Idul Adha di Rumah

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Komisi Fatwa MUI yang juga sebagai Deputi Bidang Pengembangan Pemuda KEMENPORA, Asrorun Niam Sholeh memberikan sambutannya saat menjadi saksi dalam sebuah pernikahan di tengah pandemi di sebuah masjid di daerah Pademangan, Jakarta Utara, 19, Juni 2020. Pernikahan yang digelar di tengah pandemi ini, digelar dengan tetap mengikuti protokol Covid-19 dengan mengenakan masker, menjaga jarak, pemeriksaan suhu tubuh, dan tidak lebih dari 30 orang di dalam ruangan. TEMPO/Fardi Bestari

    Sekretaris Komisi Fatwa MUI yang juga sebagai Deputi Bidang Pengembangan Pemuda KEMENPORA, Asrorun Niam Sholeh memberikan sambutannya saat menjadi saksi dalam sebuah pernikahan di tengah pandemi di sebuah masjid di daerah Pademangan, Jakarta Utara, 19, Juni 2020. Pernikahan yang digelar di tengah pandemi ini, digelar dengan tetap mengikuti protokol Covid-19 dengan mengenakan masker, menjaga jarak, pemeriksaan suhu tubuh, dan tidak lebih dari 30 orang di dalam ruangan. TEMPO/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Ni'am Sholeh mengimbau umat muslim untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam memperingati dan menunaikan ibadah pada Hari Raya Idul Adha 1441 H.

    “Hindari kerumunan yang punya potensi untuk terjadinya penularan. Apalagi tidak disiplin menggunakan masker, menjaga jarak yang bisa menjadi masalah dalam hal kesehatan dan juga keselamatan,” kata Asrorun melalui siaran pers pada Rabu, 29 Juli 2020.

    MUI meminta masyarakat agar menyesuaikan kondisi faktual di kawasannya dalam pelaksanaan shalat Idul Adha. Dalam hal ini penting bagi masyarakat untuk mengetahui risiko penularan di wilayahnya.

    “Ketika berada di suatu kawasan yang sudah mulai terkendali, maka pelaksanaan salat Idul Adha dapat dilaksanakan di masjid secara berjamaah," ucap Asrorun.

    Namun, jika kawasan tempat tinggal termasuk pada kategori penularan tinggi, Asrorun meminta masyarakat agar melaksanakan salat Idul Adha tetap di rumah.

    Di samping itu, saat akan melaksanakan salat Idul Adha, masyarakat harus memastikan kondisi kesehatan diri terlebih dahulu. "Ketika diri kita sedang sakit, atau memiliki penyakit bawaan, maka sebaiknya tetap salat di rumah saja,” kata Asrorun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hati-hati, Ada 5 Tempat Rawan Penularan Virus Corona di Kantor

    Penelitian mengumpulkan daftar lima titik risiko penyebaran Covid-19 di kantor. Sejumlah titik penularan virus corona sering kita abaikan.