Jokowi Janjikan Vaksinasi Massal Covid-19 Bisa Dilakukan Tahun Depan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan  sambutan saat acara penyaluran dana bergulir untuk koperasi di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2020. Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyiapkan dana bergulir sebesar Rp 1 triliun untuk disalurkan kepada koperasi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional yang terdampak COVID-19. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool

    Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat acara penyaluran dana bergulir untuk koperasi di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2020. Pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menyiapkan dana bergulir sebesar Rp 1 triliun untuk disalurkan kepada koperasi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional yang terdampak COVID-19. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjanjikan vaksinasi massal di seluruh Indonesia akan dilakukan tahun depan, jika vaksin Covid-19 selesai melalui uji tahap akhir sesuai target.

    "Saya menyakini kita akan bisa melewati masa yang sulit dan tidak mudah ini. Kita harapkan tahun depan ekonomi pulih, vaksin ditemukan dan bisa dilakukan vaksinasi massal kepada seluruh rakyat di negara kita," ujar Jokowi saat memberi pengarahan kepada Peserta Program Kegiatan Bersama Keuangan 2020 via telekonferensi, Selasa, 28 Juli 2020.

    Saat ini, PT Bio Farma bekerjasama dengan Universitas Padjadjaran dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) sedang melakukan uji klinis tahap tiga vaksin Covid-19. Vaksin tersebut merupakan hasil kerjasama dengan Sinovac Biotech, perusahaan biofarmasi asal Cina.

    Uji klinis ditargetkan selesai pada Januari 2020 untuk selanjutnya langsung diproduksi.

    Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir mengatakan perusahaan pelat merah tersebut siap memproduksi massal vaksin itu dengan target produksi sebanyak 100-250 juta dosis per tahun. "Tapi, untuk tahap pertama, kami targetkan 40 juta dosis per tahun," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa, 21 Juli 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.