Prabowo Subianto ke India Bahas Kerjasama Pertahanan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat memberikan sambutan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (21/3/2020). (ANTARA/HO-Humas Kemhan)

    Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat memberikan sambutan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (21/3/2020). (ANTARA/HO-Humas Kemhan)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto baru saja berkunjung ke India, Senin, 27 Juli 2020 lalu. Ini merupakan lanjutan kunjungan luar negeri Prabowo setelah sebelumnya mengunjungi Turki.

    "Beliau di India untuk bicara kerjasama pertahanan Indonesia-India," ujar Juru Bicara Menteri Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak, saat dikonfirmasi, Selasa, 28 Juli 2020.

    Dahnil mengatakan saat ini Prabowo sudah kembali lagi ke Indonesia. Kunjungan ke India, menjadi akhir dari perjalanan dinas Prabowo yang sejak pekan lalu bertugas ke luar negeri.

    Pada Rabu lalu, Prabowo juga datang lagi ke Turki dan bertemu dengan Ketua Presidensi Industri Pertahanan, Ismail Demir. Dahnil mengatakan pembahasan saat ini, merupakan lanjutan dari pembicaraan yang lama. Namun ia mengatakan masih ada pertemuan penting lain yang akan dilakukan Prabowo di sana.

    Meski begitu, ia enggan mendetailkan pembicaraan yang ia maksud. "Ada beberapa agenda pembicaraan penting di Turki. Pembicaraan bilateral di Turki beberapa hari ini," kata Dahnil.

    Dalam Twitter pribadinya, Ketua Presidensi Industri Pertahanan, Ismail Demir mengatakan pertemuan dengan Prabowo saat ini membahas sejumlah rencana kerjasama di beberapa sektor, terutama kerja sama pertahanan.

    "Kami bertukar pandangan dalam kerjasama dan rencana ekspor dalam beberapa sektor, khususnya UAVs (unarmed aerial vehicle alias pesawat nirawak/drone), kendaraan laut dan darat," kata Ismail.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Ditahan, Diduga Terima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra

    Kejaksaan Agung menetapkan Jaksa Pinangki sebagai tersangka dalam perkara dugaan gratifikasi. Ia dikabarkan menerima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra.