Jokowi Minta Semua Pihak Waspada Kemungkinan Gelombang Kedua Covid-19

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah) didampingi Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito (kiri) dan anggota Dewi Nur Aisyah menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020. Pada saat wabah flu burung melanda beberapa tahun silam, Wiku menjadi anggota panel ahli di Komisi Nasional Pengendalian Flu Burung. ANTARA/Sigid Kurniawan/POOL

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah) didampingi Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito (kiri) dan anggota Dewi Nur Aisyah menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020. Pada saat wabah flu burung melanda beberapa tahun silam, Wiku menjadi anggota panel ahli di Komisi Nasional Pengendalian Flu Burung. ANTARA/Sigid Kurniawan/POOL

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memperingatkan seluruh jajarannya untuk terus waspada akan kemungkinan terjadinya gelombang kedua Covid-19. Jika tidak, kata Jokowi, prediksi bahwa ekonomi Indonesia akan segera pulih pada 2021 mendatang, akan sulit terwujud.

    "Indonesia diproyeksikan masuk ke kelompok dengan pemulihan ekonomi tercepat setelah Tiongkok pada 2021. Namun kita tetap harus waspada, kemungkinan dan antisipasi kita terhadap risiko terjadinya gelombang kedua atau second wave dan masih berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global di tahun 2021," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas via telekonferensi, Selasa, 28 Juli 2020.

    Hingga kemarin, kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah menembus angka 100.000 kasus.

    Ketua Satuan Tugas Covid-19, Doni Monardo mengatakan, hingga saat ini pemerintah belum mengetahui kapan puncak kasus Covid-19 akan terjadi di Indonesia. Sebab, ujar dia, perkembangan virus corona di negara ini masih fluktuatif. Di beberapa daerah kasus Covid-19 naik, di sebagian daerah justru turun.

    "Oleh karena itu, kita semua harus menyadari bahwa Covid ini ancaman nyata, virus yang sangat membahayakan, ibarat malaikat pencabut nyawa," ujar Doni usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin presiden via telekonferensi, Senin, 27 Juli 2020.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Jalan Terus, Ada Usulan Perihal Pelaksanaan dalam Wabah Covid-19

    Rapat kerja antara DPR, Pemerintah, KPU, Bawaslu dan DKPP menyepakati bahwa Pilkada 2020 berlangsung 9 Desember 2020 dengan sejumlah usulan tambahan.