Partai Berkarya Bangun Sekolah Kader untuk Hadapi Pemilu 2024

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor DPP Partai Berkarya di Jalan Pangeran Antasari nomor 20, Cilandak, Jakarta Selatan. TEMPO/Fikri Arigi

    Kantor DPP Partai Berkarya di Jalan Pangeran Antasari nomor 20, Cilandak, Jakarta Selatan. TEMPO/Fikri Arigi

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua umum Angkatan Muda Partai Berkarya (AMPB), Haryo Putra Wibowo, mengatakan partainya segera membuka Sekolah Kader Berkarya. Hal ini dalam rangka persiapan menghadapi Pemilu 2024.

    “Maka dari itu dengan hadirnya Sekolah Kader Berkarya ini akan menuntun kami menuju ambang batas 4 persen,” ucap cicit Presiden Indonesia Ke-2 Soeharto itu dalam keterangan tertulis, Selasa, 28 Juli 2020.

    Ia bersama Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto dan Darma Mangkuluhur Hutomo sedang menyurvei sejumlah lokasi yang bakal dibangun sekolah untuk para kader Partai Berkarya. Jika sekolah kader sudah terbangun, Haryo hakulyakin partainya akan mengalami kemajuan.

    Haryo menuturkan Partai Berkarya segera membentuk tim saksi guna mengantisipasi kecurangan yang mungkin terjadi di pemilu mendatang.

    Selain itu, guna meraih kesuksesan di Pemilu 2024 ia meminta seluruh pengurus wilayah Partai Berkarya dan pengurus AMPB di seluruh Indonesia setia kepada Tommy Soeharto. "Tanpa terkecuali," ujar dia.

    Sebelumnya dalam Pemilu 2019 Partai Berkarya gagal meloloskan kadernya ke Senayan lantaran tidak memenuhi ambang batas parlemen sebesar 4 persen. Hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum menunjukkan perolehan suara Partai Berkarya hanya 2.929.495, atau 2,09 persen.

    Tidak hanya gagal di Pemilu 2019, Partai Berkarya sempat diterpa konflik internal. Pasalnya kini ada dua kubu yang sama-sama mengklaim sebagai kepengurusan yang sah, yakni kubu Tommy Soeharto dan Muchdi PR.

    Kubu Muchdi PR sempat menggelar musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) pada 11 Juli 2020 yang memutuskan dirinya sebagai ketua umum. Merasa acara tersebut tidak sah, Tommy Soeharto sempat mendatangi lokasi dan membubarkannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebiasaan Anak Berbohong Dapat Merugikan Mereka Saat Dewasa

    Anak bisa melakukan kebohongan dengan atau tanpa alasan. Berbohong menurut si anak dapat menyelamatkan mereka dari konsekuensi yang diterimanya.