Cicit Soeharto Minta Kader Partai Berkarya Setia pada Tommy

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hutomo Mandala Putra atau yang lebih dikenal sebagai Tommy Soeharto di Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019. TEMPO/Fajar Pebrianto

    Hutomo Mandala Putra atau yang lebih dikenal sebagai Tommy Soeharto di Jakarta Selatan, Kamis, 11 April 2019. TEMPO/Fajar Pebrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Cicit Presiden Indonesia ke-2 Soeharto, Haryo Putra Wibowo, meminta kader Partai Berkarya setia pada Hutomo Mandala Putra. Ia mewanti-wanti jangan sampai ada lagi yang mengusik posisi Hutomo alias Tommy Soeharto selaku ketua umum.

    “Jangan sampai ada lagi pihak-pihak yang ingin mengotori PB ini, kami siap memberantasnya. Mulai saat ini kami akan kawal terus perkembangan ini,” kata Ketua Umum Angkatan Muda Partai Berkarya (AMPB) itu dalam keterangan tertulis, Selasa, 28 Juli 2020.

    Menurut Haryo, dia sudah berkoordinasi dengan pengurus wilayah Partai Berkarya di seluruh Indonesia. Ia mengklaim seluruh pengurus wilayah satu komando mendukung Tommy Soeharto.

    Sebelumnya dalam Pemilu 2019, Partai Berkarya gagal meloloskan kadernya ke Senayan lantaran tidak memenuhi ambang batas parlemen sebesar 4 persen. Hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum menunjukkan perolehan suara Partai Berkarya hanya 2.929.495 (2,09 persen).

    Tidak hanya gagal di Pemilu 2019, Partai Berkarya diterpa konflik internal. Sebab, kini ada dua kubu yang sama-sama mengklaim sebagai kepengurusan yang sah, yakni kubu Tommy Soeharto dan Muchdi PR.

    Kubu Muchdi PR sempat menggelar musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) pada 11 Juli 2020 yang memutuskan dirinya sebagai ketua umum. Merasa acara tersebut tidak sah, Tommy sempat mendatangi lokasi dan membubarkannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.