Fakta Seputar Jet Tempur Bekas yang akan Dibeli Prabowo

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat menjajal Maung dalam kunjungannya ke PT Pindad pekan lalu. Nama unik kendaraan ini diberikan sendiri oleh Prabowo, diambil dari bahasa Sunda yang artinya harimau. Twitter/PT Pindad

    Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat menjajal Maung dalam kunjungannya ke PT Pindad pekan lalu. Nama unik kendaraan ini diberikan sendiri oleh Prabowo, diambil dari bahasa Sunda yang artinya harimau. Twitter/PT Pindad

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertahanan berencana memborong 15 jet tempur bekas jenis Eurofighter Typhoon milik Angkatan Udara Austria. Rencana Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tersebut mendapat sejumlah kritikan dari sejumlah pihak.

    Anggota Komisi Pertahanan DPR, TB Hasanuddin menyoroti soal perawatan 15 pesawat tempur bekas itu yang berbiaya mahal. 

    Berikut sejumlah fakta mengenai pesawat tempur tersebut:

    - Terungkap Dalam The Kronen Zeitung

    Rencana pembelian ini terungkap setelah koran Austria, The Kronen Zeitung, mempublikasikan surat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto kepada Menteri Pertahanan Austria Klaudia Tanner pada 18 Juli lalu.

    - Masa Pakai Indonesia 13 Tahun

    Koordinator Indonesia Corruption Watch Adnan Topan Husodo mengatakan dengan masa usia pemakaian pesawat 25-30 tahun oleh Austria, Indonesia hanya bisa memanfaatkan pesawat itu sekitar 13 tahun. Mengacu pada data yang ada, Adnan mengungkapkan bahwa pesawat tempur Eurofighter Typhoon sudah didesain sejak 40 tahun lalu. Austria membeli pesawat itu pada 2002 dan sudah memakainya selama 17-18 tahun.

    - Biaya Perawatan Rp 6,5 Triliun

    Anggota Komisi Pertahanan DPR TB Hasanuddin mengatakan jika jadi dibeli pemerintah Indonesia, maka negara harus membiayai perawatan 15 unit pesawat tersebut sebanyak Rp 6,5 triliun per tahun selama 13 tahun. “Ini kan hanya memindahkan masalah saja,” ujarnya.

    Melihat besarnya biaya perawatan, Hasanuddin menilai, negara tidak akan mampu memelihara pesawat tempur generasi 4 itu. Selain itu, kata Hasanuddin, dalam rencana APBN tahun ini hingga tahun depan tidak pernah dicantumkan rencana pembelian Eurofighter Typhoon.

    - Didesak Membatalkan

    Adnan mendesak membatalkan rencana pembelian 15 pesawat temput bekas jenis Eurofighter Typhoon milik Austria.

    Hal senada juga disampaikan Wakil Direktur Imparsial Gufron Mabruri yang menilai pemerintah mengulangi kesalahan masa lalu dalam rencana pembelian pesawat tempur bekas jenis Eurofighter Typhoon dari Angkatan Udara Austria. "Ada kecenderungan pemerintah mengulangi kesalahan di masa lalu, yang dalam konteks perencanaan modernisasi alutsista,” kata dia.

    - Senjata Memadai

    Eurofighter Typhoon diklaim memiliki ketersediaan senjata yang memadai karena mampu mengangkut sampai enam bom, membawa enam rudal, meriam, dan pod penargetan. Pesawat tempur Tranche 1 juga memiliki tingkat fleksibilitas dan efisiensi yang baik. Pesawat itu dibangun dengan material komposit canggih untuk menghasilkan profil radar rendah dan badan pesawat yang kuat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Ditahan, Diduga Terima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra

    Kejaksaan Agung menetapkan Jaksa Pinangki sebagai tersangka dalam perkara dugaan gratifikasi. Ia dikabarkan menerima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra.