Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

IOJI Duga Kapal Cina dan Vietnam Kembali Menangkap Ikan di Laut Natuna Utara

image-gnews
Kapal Coast Guard China-5202 membayangi KRI Usman Harun saat patroli mendekati kapal nelayan pukat Cina yang menangkap ikan di ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna, Sabtu, 11 Januari 2020. TNI AL pun meminta kapal-kapal asing itu untuk segera keluar dari ZEE Indonesia. ANTARA/M Risyal Hidayat
Kapal Coast Guard China-5202 membayangi KRI Usman Harun saat patroli mendekati kapal nelayan pukat Cina yang menangkap ikan di ZEE Indonesia Utara Pulau Natuna, Sabtu, 11 Januari 2020. TNI AL pun meminta kapal-kapal asing itu untuk segera keluar dari ZEE Indonesia. ANTARA/M Risyal Hidayat
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia Ocean Justice Initiative menyatakan sebuah kapal Cina bernama Lu Rong Yuan Yu 701 diduga menangkap ikan di Laut Natuna Utara pada 19-22 Juli 2020. Menurut IOJI, kapal tersebut melintas dari Selat Malaka sebelum memasuki kawasan Laut Natuna Utara.

"Pada tanggal 22 Juli 2020 pukul 15.22 WIB, di Laut Natuna Utara terdeteksi satu kapal berbendera Tiongkok bernama Lu Rong Yuan Yu 701 yang patut diduga melakukan penangkapan ikan di Laut Natuna Utara," kata Chief Executive Officer IOJI, Mas Achmad Santosa, dalam keterangan tertulis, Senin, 27 Juli 2020.

Achmad menyatakan, Kapal Lu Rong Yuan Yu 701 merupakan penangkap ikan dengan alat tangkap longline. Kapal ini memiliki izin menangkap di wilayah laut lepas yang berada di bawah pengelolaan South Pacific Regionla Fisheries Management Organization (SPRFMO).

Berdasarkan tracking AIS, kapal tersebut diduga menjaring ikan dengan sejumlah analisis. Beberapa di antaranya ialah: kecepatan kapal saat longline diturunkan berada di antara 4,5 knot sampai 11.5 knot; alat tangkap dibentangkan dalam posisi lurus; kapal akan menunggu dan terhanyut (drift) selama beberapa waktu setelah alat tangkap selesai diturunkan.

Kemudian kapal akan berputar balik ke posisi di mana alat tangkap diturunkan sambil menariknya dari air (kecepatan kira-kira 6 knot), waktu untuk menarik
keseluruhan alat tangkap tergantung dari panjang longline yang diturunkan, jumlah kail serta jumlah awak kapal yang bekerja.

Menurut Achmad, temuan dari tracking AIS terkait kecepatan dan waktu berhentinya kapal pun menguatkan dugaan kapal menangkap ikan. "Posisi kapal Lu Rong Yuan Yu 701 pada tanggal 24 Juli 2020 pukul 07.35 WIB telah meninggalkan Laut Natuna Utara," ujar Achmad.

Selain keberadaan kapal berbendera Cina ini, Achmat menyebut citra satelit ESA Sentinel-2 pada 21 Juli juga merekam keberadaan 54 kapal lain. Ia menduga kapal-kapal itu juga melakukan illegal fishing di Laut Natuna Utara.

Achmad mengatakan ke-54 kapal ini terlihat berpasang-pasangan melaksanakan operasinya. Ia menengarai kapal-kapal itu menggunakan alat tangkap pair trawl. Alat tangkap ini termasuk kategori merusak dan mengganggu keberlanjutan sumber daya ikan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Pair trawl juga dilarang penggunaannya berdasarkan Pasal 21 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 71/Permen-KP/2016 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

"Berdasarkan pencitraan satelit, ke-54 kapal tanpa transmitter ini berlokasi di antara lintang 6.55 – 6.75 dan garis bujur 107.85 – 108.3 yang merupakan wilayah ZEE
Indonesia," ujar Achmad.

Lantaran kapal-kapal itu tak mengaktifkan transmitter saat beroperasi, lanjut Achmad, informasi terkait kecepatan, identitas kapal, dan jenis pair trawl tak didapatkan. Meski begitu, Achmad berujar pola operasi kapal pair trawls secara umum ialah bergerak secara bersamaan dengan kecepatan konstan dan jarak tetap selama jaring ditarik.

Achmad mengatakan data pencitraan Satelit ESA Sentinel-2 ini sesuai dengan data yang diterbitkan International Fusion Center di Singapura. Data itu menyebutkan, pada semester pertama 2020 perairan Indonesia menjadi wilayah dengan penangkapan ikan ilegal oleh kapal asing terbanyak. "Pelaku illegal fishing terbanyak berasal dari Vietnam," ujarnya.

IOJI pun mendesak Kementerian Luar Negeri meminta klarifikasi pemerintah Cina terkait aktivitas Kapal Lu Rong Yuan Yu 701 pada 19-22 Juli 2020 di Laut Natuna Utara. Kemenlu juga diminta mengirimkan nota diplomatik kepada pemerintah Vietnam untuk meminta informasi terkait aktivitas 54 kapal yang diduga menggunakan pair trawl.

IOJI juga meminta instansi keamanan laut untuk lebih intens melakukan deteksi dan patroli laut, serta menjatuhkan sanksi tegas kepada pelaku illegal fishing. "Terutama terhadap kapal Tiongkok dan Vietnam berupa perampasan kapal untuk dimusnahkan," kata Achmad.

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Filipina Siaga Kehadiran Kapal Cina di Laut Cina Selatan

30 hari lalu

Sebuah kapal Penjaga Pantai Cina berada dekat Pulau Thitu yang diduduki Filipina, di Kepulauan Spratly yang disengketakan, Laut China Selatan, 9 Maret 2023. Filipina mengatakan pada Sabtu bahwa pihaknya telah melihat sebuah kapal angkatan laut China dan puluhan kapal milisi di sekitar pulau yang didudukinya. REUTERS/Eloisa Lopez
Filipina Siaga Kehadiran Kapal Cina di Laut Cina Selatan

Militer Filipina melaporkan peningkatan jumlah kapal penangkap ikan Cina di perairan yang disengketakan, Laut Cina Selatan.


Latihan Militer ASEAN Dipindahkan dari Laut China Selatan ke Natuna

45 hari lalu

Kapal Perang TNI AL, yaitu KRI Teluk Mandar 514 dan KRI Teluk Penyu 513 direncakan akan dijual oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang dilayangkan melalui permohonan itu dibacakan dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan III DPR, tahun 2021-2022 pada 11 Januari 2022. Foto : Wikipedia
Latihan Militer ASEAN Dipindahkan dari Laut China Selatan ke Natuna

Indonesia memindahkan tempat latihan militer bersama ASEAN ke lokasi jauh dari Laut China Selatan, yang disengketakan sejumlah negara termasuk China


Kapal Penangkap Ikan Cina Membawa 17 WNI Akhirnya Tenggelam

25 Mei 2023

Dua anggota awak dari China COSCO Shipping Corp melakukan operasi pencarian dan penyelamatan pada 17 Mei setelah kapal penangkap ikan laut dalam China terbalik di Samudera Hindia tengah.  [Foto/VCG]
Kapal Penangkap Ikan Cina Membawa 17 WNI Akhirnya Tenggelam

Kapal penangkap ikan Cina yang terbalik di Samudera Hindia pada pekan lalu kini telah tenggelam. Kapal membawa 39 kru, 17 diantaranya WNI


Terkini: Mahfud MD tentang Dugaan Duit Korupsi Johnny Plate ke Partai Politik, Berapa Kekayaan Gubernur BI Perry Warjiyo

24 Mei 2023

Bantah Pergantian Eselon 1 Kominfo karena Kasus Korupsi BTS, Mahfud MD: yang Mengganti Pak Johnny Plate
Terkini: Mahfud MD tentang Dugaan Duit Korupsi Johnny Plate ke Partai Politik, Berapa Kekayaan Gubernur BI Perry Warjiyo

Terkini: Mahfud MD tanggapi dugaan aliran duit rasuah Johnny Plate ke partai politik, berapa harta kekayaan Gubernur BI Perry Warjiyo?


Pencarian Kapal Cina Berakhir Besok, Tak Ada Korban Selamat Termasuk 17 WNI

24 Mei 2023

Ilustrasi kapal tenggelam. Shutterstock
Pencarian Kapal Cina Berakhir Besok, Tak Ada Korban Selamat Termasuk 17 WNI

Kementerian Transportasi Cina memastikan pada Selasa 23 Mei 2023, bahwa tidak ada korban selamat dari kapal tenggelam, termasuk 17 WNI


Nasib 17 WNI Awak Kapal Cina Belum Diketahui Menyusul Ditemukan Dua ABK yang Tenggelam

19 Mei 2023

Ilustrasi kapal tenggelam. AFP/Pedro Pardo
Nasib 17 WNI Awak Kapal Cina Belum Diketahui Menyusul Ditemukan Dua ABK yang Tenggelam

Dua jenazah ABK dari kapal penangkap ikan laut dalam Cina yang hilang telah ditemukan. Kondisi 17 WNI masih belum bisa dipastikan.


Termasuk Thailand, Ini 4 Negara asal Nelayan yang Sering Mencuri Ikan di Indonesia

17 Mei 2023

Polisi menggiring nelayan asing pelaku pencurian ikan di Belawan, Sumatera Utara, 21 Mei 2015. Personel Dit Polair berhasil menangkap satu nahkoda dan empat nelayan asing asal Thailand, yang mencuri ikan di perairan laut Indonesia dengan barang bukti ikan sebanyak 1 ton. ANTARA/Irsan Mulyadi
Termasuk Thailand, Ini 4 Negara asal Nelayan yang Sering Mencuri Ikan di Indonesia

Mencuri Ikan di negara lain adalah perbuartan kriminal. Indonesia sering menjadi korban.


Kerugian IUU Fishing Capai USD 23 Miliar, KKP: Gila Banget, Besar Sekali Risiko yang Ditimbulkan

17 Mei 2023

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono bersama jajaran FAO dan pejabat lainnya usai membuka pertemuan keempat Kesepakatan terhadap Tindakan Negara Pelabuhan atau PSMA di Bali pada Senin, 8 Mei 2023. Dok. FAO
Kerugian IUU Fishing Capai USD 23 Miliar, KKP: Gila Banget, Besar Sekali Risiko yang Ditimbulkan

KKP mengatakan kerugian penangkapan ikan ilegal yang tidak dilaporkan dan tidak diatur (IUU fishing) bisa mencapai USD 23 miliar dolar.


Berantas IUU Fishing, Pertemuan FAO PSMA Keempat Sepakati Bali Strategy

16 Mei 2023

4th meeting of the parties to the FAO agreement on Port State Measures to combat IUU Fishing in Bali May 8 - 12  (FAO/Harriansyah)
Berantas IUU Fishing, Pertemuan FAO PSMA Keempat Sepakati Bali Strategy

Pertemuan yang dihelat Badan Pangan dan Agrikultur (FAO), Perjanjian terhadap Tindakan Negara Pelabuhan atau PSMA ke-4, di Bali pada 8 hingga 12 Mei 2023 menghasilkan Bali Strategy untuk memberantas penangkapan ikan yang ilegal, tidak dilaporkan dan tidak diatur atau IUU fishing.


FAO Sebut Sistem Pertukaran Informasi Global Atasi Kejahatan Terorganisasi Transnasional

9 Mei 2023

Matthew Camilleri, Secretarty to the PSMA and FAO leader in Global and Regional Fishery. Sumber: Dok. FAO
FAO Sebut Sistem Pertukaran Informasi Global Atasi Kejahatan Terorganisasi Transnasional

Badan Pangan dan Pertanian (FAO) dibawah Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan Sistem Pertukaran Informasi Global atau GIES dapat membantu membongkar kejahatan terorganisasi transnasional.