Jokowi: Penanganan Kesehatan Jadi Prioritas, Aura Krisis Jangan Sampai Hilang

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah) didampingi Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito (kiri) dan anggota Dewi Nur Aisyah menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020. Pada saat wabah flu burung melanda beberapa tahun silam, Wiku menjadi anggota panel ahli di Komisi Nasional Pengendalian Flu Burung. ANTARA/Sigid Kurniawan/POOL

    Presiden Joko Widodo alias Jokowi (tengah) didampingi Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito (kiri) dan anggota Dewi Nur Aisyah menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020. Pada saat wabah flu burung melanda beberapa tahun silam, Wiku menjadi anggota panel ahli di Komisi Nasional Pengendalian Flu Burung. ANTARA/Sigid Kurniawan/POOL

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan kepada Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional agar masalah kesehatan menjadi prioritas.

    "Penanganan kesehatan menjadi prioritas. Tidak boleh mengendur sedikit pun. Aura krisis kesehatan ini harus terus digaungkan sampai nanti vaksin tersedia dan bisa digunakan secara efektif," ujar Jokowi dalam rapat terbatas via telekonferensi dari Istana Merdeka, Senin, 27 Juli 2020.

    Jokowi mengingatkan bahwa kasus global sudah mencapai 15,8 juta dengan angka kematian 640 ribu. Di Amerika Serikat, angka positif Covid-19 sudah mencapai 4,2 juta, di Brazil 2,3 juta dan di India 1,4 juta. Sementara di Indonesia, sudah hampir 100 ribu kasus.

    "Oleh sebab itu hati-hati, hati-hati betul. Jangan sampai aura krisis itu hilang," ujar Jokowi.

    Presiden meminta Satgas Penanganan Covid-19 bekerja lebih keras untuk mengatasi pandemi ini. "Jadi saya perlu menekankan tidak ada pembubaran Satgas Covid-19. Enggak ada, enggak ada. Baik di pusat dan daerah, semua harus tetap bekerja keras," ujar Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jaksa Pinangki Ditahan, Diduga Terima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra

    Kejaksaan Agung menetapkan Jaksa Pinangki sebagai tersangka dalam perkara dugaan gratifikasi. Ia dikabarkan menerima Rp 7,4 Miliar dari Djoko Tjandra.